Sidrap, katasulsel.com — Panas. Sengit. Mulai tegang.
Polling “Camat Paling Merakyat” versi pembaca katasulsel.com kini berubah jadi ajang adu gengsi antar kecamatan. Dukungan bergerak liar, angka terus naik, dan posisi puncak mulai digoyang.
Per Rabu siang, 15 April 2026, tahta sementara masih dikuasai Kecamatan Tellu Limpoe. Camat H. Ridwan Bachtiar mengoleksi 2.292 suara atau 36 persen.
Tapi jangan santai dulu.
Karena di belakangnya, tekanan datang bertubi-tubi.
Kecamatan Pitu Riase dengan Andi Mukti Ali sudah mengunci 1.966 suara (31 persen). Selisihnya tipis. Sangat tipis.
Ini bukan lagi sekadar polling. Ini kejar-kejaran angka.
Sedikit lengah, posisi bisa tergeser.
Di posisi ketiga, Firman dari Kecamatan Maritengngae mencoba bertahan dengan 509 suara (8 persen). Masih jauh dari dua besar, tapi belum selesai.
Karena di bawahnya, ada “pasukan senyap” yang siap menyodok kapan saja.
Dua Pitue (448 suara / 7 persen) dan Pitu Riawa (442 suara / 7 persen) mulai menunjukkan taring. Selisih tipis ini bisa berubah drastis jika gelombang dukungan bergerak.
Sementara kecamatan lain seperti Panca Lautang, Watang Pulu, hingga Baranti masih tertahan di papan bawah. Tapi dalam dunia voting digital—satu momentum bisa mengubah segalanya.
Apalagi, ajakan vote via WhatsApp mulai masif.
Serangan dukungan bisa datang tiba-tiba. Sunyi, tapi mematikan.
Polling ini berlangsung dari 3 April hingga 3 Juni 2026. Sistemnya ketat: satu perangkat, satu suara. Redaksi juga menegaskan—tidak ada ruang “main belakang”.
Semua murni suara pembaca.
Meski bukan survei ilmiah dan tidak bisa dijadikan ukuran resmi kinerja, polling ini jadi “cermin liar” persepsi publik.
Siapa yang dianggap dekat dengan rakyat?
Siapa yang responsif?
Siapa yang benar-benar terasa hadir di tengah masyarakat?
Jawabannya ada di angka yang terus bergerak.
Waktu masih panjang. Tapi satu hal sudah pasti—
Pertarungan ini belum selesai.
Dan di Sidrap, pertanyaan itu masih menggantung:
Siapa sebenarnya camat paling merakyat?





