Jakarta, katasulsel.com — Desa Wunut, di Kecamatan Tulung, Klaten, Solo, Jawa Tengah ini, bukan desa biasa.

Di saat banyak orang masih mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok, desa ini malah bagi-bagi THR ke semua warganya loh. Keren dan hebat ya.

Bayangkan, total Rp 457,8 juta digelontorkan tanpa pandang bulu. Anak kecil sampai orang tua, kaya atau miskin, semua kebagian rejeki dari pemerintah desa (pemdes) nya.

Hem, darimana duit sebanyak itu?

[related berdasarkan="tag" jumlah="3" judul="Baca Juga:" mulaipos="0"]

Rupanya, duit itu didapatkan dengan cara usaha. Ya, usaha desa. THR ini berasal dari hasil pengelolaan Umbul Pelem Water Park, semacam kolam pemandian, destinasi wisata yang jadi mesin uang desa.

Dari sinilah Bumdes Sumber Kamulyan mengumpulkan cuan, lalu membaginya ke seluruh warga. Prinsipnya sederhana: usaha maju, rakyat ikut sejahtera.

Dulu, THR hanya diberikan per KK. Tahun ini, aturan berubah.

Bersambung…

Semua warga dapat jatah, termasuk bayi baru lahir. Setiap kepala kebagian Rp 200 ribu.

Jika satu rumah berisi lima orang, artinya mereka bisa membawa pulang sejuta.

Tidak heran, sejak pagi antrean di Kantor Desa Wunut mengular. Semua datang membawa kartu keluarga dan surat undangan.

“Ini tahun ketiga kita bagi THR. Tahun lalu per KK, sekarang per jiwa. Harapannya, tahun depan bisa lebih besar lagi,” kata Kades Wunut, Iwan Sulistya Setiawan.

Laila, seorang ibu dengan tiga anak, sumringah. Bayinya yang baru satu tahun pun ikut menerima THR. “Alhamdulillah, buat tambah beli baju Lebaran,” ujarnya.

Sunipah, seorang pengamen badut yang tinggal di luar desa, juga kebagian. Meski berdomisili di Desa Janti, dia masih terdaftar sebagai warga Wunut.

Total Rp 1,6 juta masuk kantong keluarganya. “Kemarin bingung mau Lebaran, sekarang tidak,” katanya.

Meski pendapatan Umbul Pelem turun dari Rp 7,2 miliar di 2023 menjadi Rp 6,4 miliar di 2024, Pemdes Wunut tetap menaikkan THR. “Ini wujud rasa syukur. Pendapatan bisa turun, tapi kebahagiaan warga tidak boleh ikut surut,” ujar Iwan.

Ke depan, desa ini berencana memperluas bisnisnya. Ada Umbul Gede yang siap dikembangkan, dan usaha lain yang sedang dirancang.

Jika semua berjalan lancar, siapa tahu tahun depan THR warga Wunut bisa lebih besar lagi. Desa lain kapan menyusul?

Sidrap Punya Bumdes, Tapi Beda Nasib

Jauh di Sulawesi Selatan, ada Desa Allakuang, Sidrap.

Mereka juga punya Bumdes, usahanya juga hampir sama, yakni kolam renang, namanya Bungnge Citta Nene Mallomo.

Bersambung…

Bumdes ini berdiri sejak 2016 atau 2017 silam, Bumdes ini mengelola wisata budaya sumber mata air Citta Nene Mallomo.

Terdengar mirip dengan Bumdes di Desa Wunut ya. Sama-sama mengandalkan wisata air. Bedanya? Pendapatan di Allakuang belum bisa menyaingi Wunut.

Bumdes ini memang jadi sumber penghasilan baru bagi desa. Tapi belum sampai tahap bagi-bagi THR besar-besaran seperti di Wunut.

Kuncinya? Manajemen usaha dan strategi pemasaran.

Wunut sudah lebih dulu berlari, Allakuang masih berjalan.

Tapi bukan tidak mungkin desa di Sidrap ini suatu hari bisa menyusul. Dengan pengelolaan yang lebih agresif, mungkin saja suatu saat warga Allakuang juga bisa antre THR dari kas desa.(*)