Sidrap, Katasulsel.com β Warga di sejumlah wilayah Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, kembali dibuat resah dengan kemunculan seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di tengah permukiman dan area aktivitas masyarakat.
Keberadaannya bukan sekadar menarik perhatian. Tingkah lakunya yang dinilai tidak biasa membuat sebagian warga merasa khawatir, terutama karena yang bersangkutan disebut kerap menakut-nakuti warga dan mengganggu ketertiban di lingkungan sekitar.
Belakangan, perilakunya juga semakin mengundang perhatian.
ODGJ tersebut disebut kerap membawa sampah dan meletakkannya di sekitar lapak-lapak pelaku UMKM. Aktivitas itu membuat sejumlah warga dan pedagang merasa tidak nyaman karena lokasi usaha mereka menjadi salah satu tempat yang didatanginya.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran warga agar persoalan tidak dibiarkan berlarut-larut.
Terlebih, menurut keterangan tokoh masyarakat setempat, Kayyu, pria tersebut memiliki riwayat perilaku agresif yang pernah menimbulkan persoalan serius di tengah masyarakat.
Kayyu menyebut, yang bersangkutan pernah terlibat dalam kasus pembunuhan dan juga pernah menyerang jemaah di dalam masjid.
Karena itu, Kayyu meminta Pemerintah Kabupaten Sidrap melalui dinas terkait segera mengambil langkah penanganan.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai ketertiban umum, tetapi juga menyangkut keselamatan warga dan kondisi ODGJ itu sendiri.
βDinas Sosial harus turun tangan, kasihan masyarakat,β ujar Kayyu.
Ia berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi insiden yang lebih serius sebelum mengambil tindakan.
Menurut Kayyu, penanganan terhadap ODGJ harus dilakukan secara manusiawi sekaligus mempertimbangkan aspek keamanan masyarakat. Jika memang membutuhkan perawatan medis dan kejiwaan, yang bersangkutan sebaiknya segera mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan yang sesuai.
Kayyu bahkan mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dadi di Makassar.
Dari hasil koordinasi tersebut, kata dia, pihak rumah sakit disebut siap menerima dan memberikan penanganan apabila proses rujukan dilakukan sesuai prosedur.
βSudah kami koordinasikan dengan pihak RS Dadi di Makassar dan mereka siap menerima,β katanya.
Warga pun berharap koordinasi antara pemerintah daerah, Dinas Sosial, aparat setempat, keluarga bila ada, serta pihak rumah sakit dapat segera dilakukan.
Sebab, membiarkan ODGJ dengan kondisi yang membutuhkan penanganan terus berkeliaran di tengah masyarakat bukanlah solusi.
Di satu sisi, warga membutuhkan rasa aman. Di sisi lain, orang dengan gangguan jiwa juga membutuhkan pertolongan dan perawatan yang tepat.
Kini, perhatian warga Baranti tertuju pada langkah pemerintah. Mereka berharap persoalan tersebut segera ditangani sebelum muncul kejadian yang tidak diinginkan. (*)
