Sidrap, Katasulsel.com β€” Ada satu pesan yang cukup menonjol dalam penutupan Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sidrap di Auditorium Institut Teknologi Kesehatan (Itkes) Rijang Pittu, Ahad (4/10/2026).

Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif tidak sekadar berbicara tentang pergantian kepengurusan. Di hadapan para kader pelajar Muhammadiyah, ia justru mendorong IPM keluar dari ruang internal organisasi dan lebih banyak hadir di tengah pelajar.

Menurut Syaharuddin, ukuran keberhasilan organisasi pelajar bukan hanya seberapa banyak kegiatan yang digelar, tetapi sejauh mana organisasi mampu melahirkan kader baru dan memberi pengaruh positif di lingkungan sekitarnya.

β€œKader IPM harus berani keluar. Jangan hanya beraktivitas di internal organisasi. Harus berani masuk ke sekolah-sekolah untuk mengajak dan mengader anak-anak agar mau berorganisasi,” ujar Syaharuddin.

Pesan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi kepengurusan baru IPM Sidrap.

Bagi Syaharuddin, sekolah merupakan ruang penting untuk memperluas kaderisasi. Di sanalah pelajar bertemu, belajar memimpin, bekerja sama, sekaligus mengenal dunia organisasi sejak dini.

Ia mengingatkan, organisasi jangan sampai hanya menjadi tempat berkumpul bagi orang-orang yang sudah menjadi kader.

Sebaliknya, organisasi harus mampu mencari, mengajak, membina, lalu melahirkan kader-kader baru.

β€œJangan sampai kader IPM hanya dikenal di kalangan IPM. Harus dikenal karena gerakannya, karena keberaniannya masuk ke sekolah-sekolah dan mengajak pelajar untuk menjadi bagian dari organisasi,” katanya.

Bupati Ternyata Pernah Berada di Posisi Mereka

Ada alasan mengapa Syaharuddin berbicara cukup jauh mengenai keberanian kader.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah menjadi bagian dari kader IPM.

Pengalaman tersebut membuatnya melihat organisasi pelajar bukan sekadar tempat menjalankan program, melainkan salah satu ruang yang dapat membentuk karakter dan keberanian seseorang untuk mengambil tanggung jawab.

β€œSaya ini juga kader IPM. Karena itu, saya berharap kader-kader IPM sekarang harus berani. Berani mengambil peran, berani bergerak, dan berani melakukan kaderisasi,” tegasnya.

Kalimat itu menjadi salah satu bagian menarik dalam Musda tersebut. Sebab, pesan yang disampaikan bukan datang dari orang yang hanya melihat organisasi dari luar, tetapi dari seseorang yang mengaku pernah berada dalam proses kaderisasi IPM.

Karena itu pula, ia berharap pengalaman berorganisasi yang pernah dijalaninya dapat diteruskan oleh generasi berikutnya dengan cara yang lebih relevan dengan kebutuhan pelajar saat ini.

Bukan Sekadar Ganti Ketua

Musda IPM Sidrap sekaligus menandai berakhirnya kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Lisna.

Kepemimpinan kemudian diteruskan kepada Fadhil Muhbib Ilmi Ridwan sebagai ketua baru.

Namun, Syaharuddin mengingatkan agar pergantian kepemimpinan tidak berhenti sebagai agenda seremonial.

Musda, kata dia, harus menghasilkan langkah baru yang bisa dirasakan manfaatnya oleh pelajar dan masyarakat.

Kepengurusan baru diharapkan tidak hanya sibuk menyusun agenda internal, tetapi mulai memikirkan bagaimana IPM dapat memperluas jaringan kaderisasi ke sekolah-sekolah.

Dengan demikian, pergantian ketua tidak sekadar mengubah nama yang berada di struktur organisasi, tetapi juga membawa perubahan pada cara organisasi bergerak.

Dari Ruang Musda ke Ruang Sekolah

Dorongan Syaharuddin pada akhirnya bermuara pada satu kata: bergerak.

IPM diminta tidak menunggu pelajar datang mencari organisasi. Sebaliknya, kader justru ditantang untuk mendatangi sekolah, memperkenalkan organisasi, membangun komunikasi dengan pelajar, kemudian membuka ruang bagi mereka untuk belajar berorganisasi.

Langkah itu dinilai penting untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman memimpin, bekerja dalam tim, mengambil keputusan dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sidrap Abdul Kalam Fattah, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Sidrap Salfiah Sanusi, Kepala Dinas Kesehatan Ishak Kenre, serta jajaran pengurus dan kader IPM.

Musda pun menjadi ruang konsolidasi bagi kader IPM Sidrap untuk menentukan arah gerakan organisasi ke depan.

Di bawah kepemimpinan Fadhil Muhbib Ilmi Ridwan, pesan Bupati Syaharuddin menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan: membuat IPM tidak hanya dikenal karena organisasinya, tetapi karena keberanian kadernya hadir dan bekerja di tengah pelajar. (*)