Jakarta, Katasulsel.com – Thayaka Putra Onsu kini terlihat mendampingi Ruben Onsu salat berjamaah. Namun, di balik momen ayah dan anak yang menarik perhatian publik itu, tersimpan kisah awal kehidupan Thayaka yang jauh dari kata mudah: ia ditemukan dalam kardus dengan kondisi memprihatinkan hingga sempat dikira meninggal dunia.
Ruben menceritakan awal pertemuannya dengan Thayaka melalui kanal YouTube pribadinya, Just Ruben, yang diunggah pada Sabtu (17/10/2026). Saat itu, ia sedang bertemu Melanie Subono untuk membicarakan kerja sama melalui Rumah Harapan Melanie.
Di tengah pertemuan tersebut, Melanie menerima kabar dari timnya tentang seorang bayi yang membutuhkan pertolongan. Bayi itu ditemukan di dalam kardus dan dikerubungi semut.
Ruben mengaku sempat mengira bayi tersebut sudah meninggal dunia karena kondisinya begitu memprihatinkan.
“Dia di dalam kondisi yang menurutku kurang baik gitu, di dalam satu kardus dan itu disemutin gitu. Ya saya pikir, saya pikir itu sudah meninggal,” kata Ruben dalam video tersebut.
Ia kemudian meminta agar bayi itu mendapatkan penanganan medis. Setelah dirawat dan kondisinya membaik, Thayaka mulai menarik perhatian Ruben.
Keputusan adopsi tidak datang seketika
Ruben tidak langsung memutuskan mengadopsi Thayaka. Ia mengikuti perkembangan kondisi bayi tersebut, termasuk melalui panggilan video. Dalam ceritanya, Ruben mengingat respons Thayaka ketika dirinya memanggil bayi itu.
Keputusan untuk menjadikan Thayaka sebagai anaknya juga melalui pertimbangan pribadi dan doa. Ruben mengatakan dirinya meminta petunjuk melalui salat, termasuk salat malam, sebelum memantapkan keputusan tersebut.
“Setelah Thayaka sehat dan sembuh saya salat lagi, bolehkan saya mengadopsi anak ini. Salat malam lagi, Allah makin dekatkan, dan mudahkan,” ungkap Ruben.
Ia juga mengingat pertemuan langsung pertama ketika menggendong Thayaka. Saat itu, keduanya mengenakan pakaian berwarna biru.
Ruben kemudian memperkenalkan Thayaka sebagai anak keempatnya. Nama tersebut dipilih agar selaras dengan nama kedua putrinya, Thalia dan Thania. Ruben mengatakan nama Thayaka tidak memiliki arti khusus yang secara spesifik ia maksudkan.
Proses hukum masih perlu dituntaskan
Momen Ruben dan Thayaka salat berjamaah turut menjadi perhatian setelah dibagikan melalui media sosial. Namun, kisah kedekatan mereka perlu dibedakan dari urusan administrasi dan status hukum adopsi.
Pada Selasa (20/10/2026), kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyampaikan bahwa dokumen dari yayasan dan panti asuhan telah diterima. Ia juga menyebut dokumen lanjutan melalui pengadilan masih akan ditindaklanjuti.
Dengan demikian, proses pengasuhan yang sudah berjalan tidak serta-merta berarti seluruh tahapan hukum adopsi telah selesai.
Sementara itu, informasi mengenai identitas orang tua biologis Thayaka dan kronologi lengkap bayi tersebut ditemukan belum dijelaskan secara terbuka dalam keterangan yang tersedia. Karena itu, asal-usul Thayaka sejauh ini masih merujuk pada cerita Ruben mengenai penemuan bayi tersebut dan proses yang membawanya menjadi bagian dari keluarga Onsu.
Berita Terbaru Katasulsel
