Sidrap, Katasulsel.com β€” Ada orang yang dikenang karena jabatannya.

Ada pula yang dikenang karena perjalanan hidupnya.

Dr. H. Basra termasuk yang kedua.

Sabtu, 26 September 2026, mantan Penjabat Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) itu berpulang ke Rahmatullah, meninggalkan jejak panjang pengabdian yang membentang puluhan tahun dalam birokrasi daerah.

Kabar duka tersebut cepat menyebar di kalangan aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, hingga mereka yang pernah bekerja bersamanya.

Bagi generasi ASN Sidrap, nama Basra bukan sekadar nama seorang mantan pejabat.

Ia adalah bagian dari perjalanan birokrasi daerah itu sendiri.

Tidak banyak yang tahu, kariernya tidak langsung dimulai dari ruang-ruang penting pemerintahan.

Ia memulai langkah dari Kecamatan Kulo.

Di sanalah Basra mengawali pengabdiannya sebagai Kepala Puskesmas, sebuah jabatan yang diembannya selama kurang lebih 14 tahun.

Dari daerah yang jauh dari sorotan itu, perjalanan kariernya terus bergerak.

Satu per satu amanah datang menghampiri.

Ia pernah menjadi Kepala Bidang di Inspektorat, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sidrap.

Karier yang dirintis selama puluhan tahun itu akhirnya mengantarkannya ke jabatan tertinggi birokrasi daerah sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap.

Tak hanya itu, ia juga pernah dipercaya mengemban tugas sebagai Penjabat Bupati Sidrap.

Sebuah posisi yang hanya diberikan kepada figur yang dinilai memiliki pengalaman, integritas, dan kemampuan menjaga jalannya pemerintahan.

Bagi sebagian orang, jabatan adalah tujuan.

Namun bagi Basra, jabatan tampaknya hanyalah bagian dari perjalanan panjang pengabdian.

Mereka yang mengenalnya menyebut sosoknya lebih banyak bekerja daripada berbicara.

Namanya mungkin tidak selalu muncul dalam panggung-panggung besar.

Tetapi jejaknya tertinggal dalam banyak kebijakan, program pelayanan publik, serta perjalanan pemerintahan Sidrap selama bertahun-tahun.

Kini, perjalanan itu telah selesai.

Ruang kerja yang pernah ia tempati akan terus digunakan.

Kursi yang pernah ia duduki telah lama berganti pemilik.

Tetapi cerita tentang seorang ASN yang memulai langkah dari Kulo lalu mencapai puncak birokrasi Sidrap akan tetap hidup dalam ingatan banyak orang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga terkait kondisi kesehatan almarhum sebelum meninggal dunia.

Yang pasti, Sabtu ini Sidrap kehilangan salah satu putra terbaiknya.

Seorang birokrat senior.

Seorang pengabdi.

Dan seorang tokoh yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk melayani daerah yang dicintainya.

Selamat jalan, Dr. H. Basra.

Ditulis oleh: Edy Basri (Pimpinan Redaksi Katasulsel.com)