Sidrap, Katasulsel.com — Mahasiswa Program Pascasarjana Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Nur Adha, S.Pd., mengangkat isu krisis ketersediaan air pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam seminar proposal tesisnya.

Seminar proposal tersebut berlangsung di Lantai 2 Gedung Rektorat UMS Rappang, Kamis (1/10/2026). Dalam penelitiannya, Nur Adha mengusung judul ā€œCollaborative Governance dalam Penanganan Krisis Ketersediaan Air Pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang.ā€

Nur Adha mengatakan penelitian tersebut berangkat dari kondisi kekeringan yang berdampak terhadap lahan pertanian di Sidrap. Berdasarkan latar belakang penelitiannya, sekitar 1.300 hektare lahan persawahan terdampak krisis ketersediaan air sehingga diperlukan berbagai langkah penanganan, termasuk distribusi air menggunakan kendaraan tangki hingga kendaraan Armoured Water Cannon.

Menurutnya, persoalan ketersediaan air tidak dapat ditangani hanya melalui satu instansi. Diperlukan kerja sama berbagai pihak untuk menghasilkan solusi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya petani.

ā€œMemang saya ingin mendalami bagaimana sebenarnya peran semua instansi yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang dalam menangani krisis ketersediaan air ini,ā€ kata Nur Adha.

Ia mengakui kondisi kemarau yang berkepanjangan menjadi salah satu momentum yang mendorongnya memilih topik tersebut sebagai penelitian.

ā€œKalau ditanya karena momen, iya karena sekarang kita sedang berada di musim kemarau dan kemaraunya berkepanjangan. Kita tidak pernah tahu apakah ini berlanjut sampai tahun depan atau tahun-tahun berikutnya,ā€ ujarnya.

Nur Adha berharap penelitian tersebut dapat menggambarkan pola kerja sama antarpemangku kepentingan di lapangan. Ia ingin melihat bagaimana kolaborasi tersebut dapat diperkuat sehingga persoalan serupa bisa diantisipasi.

ā€œUntuk mengantisipasi ini, kita mau meneliti bagaimana sebenarnya kerja sama para instansi di lapangan supaya krisis ketersediaan air seperti ini tidak terjadi lagi. Artinya, bisa ada solusi dari berbagai aktor penting yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang,ā€ jelasnya.

Dalam proposalnya, Nur Adha merumuskan sejumlah pertanyaan penelitian, di antaranya bagaimana collaborative governance dalam penanganan krisis ketersediaan air pertanian di Sidrap serta faktor pendukung dan penghambat kolaborasi tersebut.

Penelitian ini juga bertujuan menganalisis collaborative governance sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penanganan krisis ketersediaan air pertanian di Kabupaten Sidrap.

Seminar proposal tersebut menghadirkan Dr. Muhammad Nur, M.Si., sebagai pembimbing. Sementara penguji terdiri dari Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., dan Dr. Pratiwi Ramlan, S.Farm., Apt., M.A.P.

Di luar aktivitas akademiknya, Nur Adha juga aktif di bidang pendidikan. Ia diketahui pernah menjadi tenaga pengajar di SMA Muhammadiyah 9 Makassar selama sekitar dua tahun dan mengajar di SDIT Al Iman Ulu Ale Wahdah Islamiyah Kabupaten Sidrap selama lima tahun.

Saat ini, ia juga menjalankan aktivitas di bidang pendidikan melalui yayasan yang bergerak dalam layanan privat, kelas bahasa Inggris dan bahasa Arab, serta bimbingan belajar bagi siswa tingkat SD, SMP hingga SMA.

Selain pendidikan, Nur Adha memiliki pengalaman sebagai relawan dalam kegiatan penanganan bencana, termasuk memberikan trauma healing kepada korban bencana di Sulawesi Selatan maupun sejumlah daerah lainnya. (*)