Sidrap, katasulsel.com — Panen raya jagung di Desa Mario, Kecamatan Kulo, Sidrap, Sabtu siang (16/5/2026), sebenarnya agenda resmi biasa.
Ada tenda. Ada pejabat. Ada sambutan.
Tapi suasana mendadak berubah begitu Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong turun langsung ke area kebun.
Bukan cuma karena orang nomor wahid di Polres Sidrap itu datang.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Tapi karena gaya turun lapangannya yang langsung jadi obrolan warga yang hadir.
Kacamata hitam melekat, langkah santai, sepatu lapangan penuh debu, sementara hamparan jagung kuning berdiri rapi di belakangnya.
Beberapa petani sampai terkesima melihatnya.
“Keren-keren, masih muda dan ganteng sekali pakai kacamata hitam” tutur seorang warga di lokasi.
Ada juga yang menyebut gaya Kapolres hari itu seperti “petani premium”. Kacamata hitamnya membuatnya berbeda di kunjungan-kunjungan sebelumnya.
Namun di balik suasana santai itu, pesan yang dibawa cukup serius.
Panen raya jagung kuartal II Tahun 2026 tersebut merupakan bagian dari program swasembada pangan nasional.
Polres Sidrap ikut terlibat langsung dalam penguatan sektor pertanian masyarakat.
“Alhamdulillah hasil panennya cukup baik. Mudah-mudahan ini terus berjalan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Soal kacamata ini, sudahlah, ini kacamata biasa saja biar tidak silau,” kata AKBP Fantry Taherong.
Menariknya, di lokasi panen, Kapolres tidak sekadar berdiri memberi sambutan.
Ia beberapa kali terlihat berbincang santai dengan petani soal harga jagung, pupuk, hingga kondisi hasil panen tahun ini.
Suasana jadi cair.
Jelas tidak terlalu formal lagi.
Dalam dunia pertanian modern, kondisi seperti ini sering disebut farmer engagement, yakni pendekatan langsung kepada petani agar program pemerintah tidak terasa kaku.
Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan jagung kini menjadi komoditas penting di Sidrap.
Bukan hanya karena hasil jualnya membaik, tetapi juga karena kebutuhan pakan ternak di daerah itu terus meningkat.
“Sekarang harga jagung dengan kadar air 14 sampai 18 persen bisa tembus Rp6.500 per kilogram,” ujarnya.
Istilah kadar air atau moisture content sendiri cukup penting di dunia jagung.
Lanjut baca ya….
Update terbaru: 18 Mei 2026 15:32 WIB
