Soppeng — Dari bumi Sidrap lahir seorang anak yang kini menjadi Staf Ahli Menteri Agama RI Bidang Hubungan Luar Negeri, Dr. KH. Bunyamin, Lc., M.H., kembali menjejak tanah Sulawesi Selatan, kali ini untuk menabur inspirasi di Masjid Agung Darussalam Soppeng. Ceramahnya? Tidak biasa. Bertema “Kurikulum Berbasis Cinta”, pesan yang dibawanya langsung menyasar hati dan pikiran generasi muda.
Dalam khotbah yang dipenuhi ratusan hadirin, Bunyamin memaparkan konsep Panca Cinta: cinta kepada Allah, cinta kepada Nabi Muhammad SAW, cinta ilmu, cinta diri sendiri, cinta sesama, dan cinta lingkungan. Ia menekankan, cinta bukan sekadar kata manis di kitab, tapi fondasi karakter, moral, dan spiritual yang mampu membentuk generasi tangguh.
“Cinta kepada Allah adalah mesin penggerak kehidupan. Cinta kepada Nabi adalah cetak biru akhlak. Cinta ilmu adalah kunci kemajuan peradaban. Cinta diri adalah penghargaan terhadap potensi yang Allah beri, cinta sesama adalah lem sosial, dan cinta lingkungan adalah amanah sebagai khalifah di bumi,” tegas Bunyamin, membuat audiens terpaku.
Momen ini menjadi lebih spesial karena Bunyamin adalah putra Sidrap, yang kembali membawa ilmu dan inspirasi ke tanah kelahirannya dan sekitarnya. Kehadirannya di Soppeng menjadi bukti nyata bahwa anak daerah bisa menjadi penggerak perubahan nasional, sambil tetap menyemai nilai cinta di akar rumput.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Soppeng, Wakil Bupati Soppeng, tokoh agama, pendidik, dan masyarakat. Wakil Bupati menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pendidikan karakter berbasis cinta. “Konsep Panca Cinta sangat relevan untuk membangun generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan peduli lingkungan,” ujarnya.
Ceramah ditutup dengan doa bersama, namun pesan yang dibawa Dr. KH. Bunyamin, putra Sidrap itu lebih dari sekadar kata-kata. Ia adalah simbol harapan, bahwa pendidikan yang berlandaskan cinta bisa menembus batas wilayah, membentuk karakter, dan menginspirasi generasi muda untuk menjadi agen perubahan.
Hari ini, Soppeng menyaksikan sebuah momen bersejarah: seorang putra daerah kembali ke akar, menyalakan api Panca Cinta, dan menanam benih karakter yang bisa tumbuh jauh melampaui masjid, sekolah, dan kota. (*)
Terima kasih telah membaca Katasulsel.com.
Kami berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang.
Dukung terus jurnalisme jernih kami dan baca berita pilihan lainnya secara gratis di saluran WhatsApp resmi kami:
Klik di sini.

Tinggalkan Balasan