Sidrap, Katasulsel.com — Sidrap dan UIN Alauddin Makassar memperluas kolaborasi melalui pembaruan nota kesepahaman (Re-MoU) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama ini mencakup sejumlah program, mulai dari pendeteksian sumber air untuk mendukung sektor pertanian hingga pelatihan metode pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Penandatanganan Re-MoU tersebut dihadiri Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, di Aula Saromase, Kompleks SKPD Kabupaten Sidrap, Jumat (16/10/2026).
Turut mendampingi Wakil Bupati, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muh. Iqbal, Kepala Bagian Kerja Sama Andi Besse, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Mursalim Halim, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Hadir pula Wakil Rektor IV UIN Alauddin Makassar Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. H. Muhammad Amri, bersama para dekan, dosen, guru SMA/SMK, dan siswa.
Dalam sambutannya, Muhammad Amri menjelaskan, kerja sama tersebut akan diwujudkan melalui sejumlah program pengabdian kepada masyarakat yang diharapkan memberikan manfaat nyata bagi Kabupaten Sidrap.
Program yang direncanakan antara lain pelatihan metode pembelajaran berbasis AI, pendeteksian sumber air sebagai langkah antisipasi dampak fenomena El Nino, serta pemetaan potensi daerah.
βKami akan memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya untuk Kabupaten Sidrap. Kami juga mengucapkan terima kasih karena telah menerima kami dan bersedia berkolaborasi,β ujarnya.
Sementara itu, Nurkanaah menyampaikan apresiasi kepada UIN Alauddin Makassar atas komitmen menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, pendeteksian sumber air menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan daerah, khususnya untuk mendukung sektor pertanian.
βKegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti mencari dan mendeteksi sumber air ini sangat membantu kami. Salah satu program kami adalah listrik masuk sawah, sehingga ketersediaan sumber air menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat,β ungkap Nurkanaah.
Ia berharap keterlibatan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Nurkanaah juga berharap kolaborasi dapat diperluas dengan melibatkan perguruan tinggi lainnya. Dengan demikian, semakin banyak inovasi, penelitian, dan program pengabdian yang bisa diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
βKami berharap tidak hanya UIN Alauddin Makassar, tetapi juga universitas lainnya dapat datang dan mengabdi di Kabupaten Sidrap. Dengan begitu, akan semakin banyak kontribusi dari dunia akademik yang bisa kita manfaatkan untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,β harapnya.
Penandatanganan Re-MoU tersebut dirangkaikan dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol apresiasi dan penguatan hubungan kelembagaan antara kedua pihak. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan materi terkait pelaksanaan program kerja sama.
Melalui pembaruan nota kesepahaman ini, Sidrap berharap kolaborasi dengan UIN Alauddin Makassar dapat menghasilkan inovasi dan pemanfaatan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan daerah, mulai dari pengembangan pendidikan hingga dukungan teknologi bagi sektor pertanian. (*)
