SIDRAP, Katasulsel.com — Halaman rumah jabatan Bupati Sidrap, Selasa pagi, (21/4), tidak seperti biasanya. Bukan sekadar apel atau seremoni. Ini momen perpisahan—penuh doa, haru, dan harapan panjang.
Sebanyak 387 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Sidrap resmi dilepas menuju Asrama Haji Sudiang. Mereka tergabung dalam Kloter 2 Embarkasi Makassar—gelombang awal yang mulai bergerak ke Tanah Suci.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, dari Rumah Jabatan di Jalan Lanto Daeng Pasewang, Pangkajene.
Barisan bus pariwisata sudah siap. Total 14 unit. Mesin menyala, tapi yang lebih terasa adalah getaran emosional keluarga yang melepas.
Hadir dalam pelepasan itu, Tenaga Ahli Menteri Agama RI Bunyamin M. Yapid, Wakil Bupati Nurkanaah, Sekda Andi Rahmat Saleh, hingga jajaran Forkopimda dan OPD.
Tapi yang paling mencuri perhatian bukan jumlah pejabat yang hadir. Melainkan angka jemaah itu sendiri.
387 orang.
Naik tajam.
“Ini peningkatan sangat signifikan, hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya,” kata Syaharuddin.
Angka itu bukan sekadar statistik. Itu cermin daya tunggu yang mulai terurai, sekaligus bukti bahwa minat masyarakat Sidrap untuk berhaji tetap tinggi.
Dalam pesannya, Bupati tidak bicara panjang. Tapi langsung ke inti: kesehatan, kekompakan, dan disiplin.
Tiga hal yang sering dianggap sepele, tapi justru paling menentukan di Tanah Suci.
“Jaga kesehatan, niatkan ibadah karena Allah, dan ikuti arahan petugas,” pesannya.
Hal senada ditegaskan Bunyamin M. Yapid. Ia mengingatkan bahwa haji bukan hanya soal ritual, tapi juga sikap.
Akhlak, disiplin, dan cara membawa diri—itulah “wajah” Indonesia di mata dunia.
“Jaga perilaku, tunjukkan nilai Islam yang rahmatan lil alamin,” tegasnya.
Rombongan ini dijadwalkan tiba di Asrama Haji Sudiang pukul 11.00 Wita, sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada Rabu pagi, 22 April 2026 pukul 07.00 Wita.
Perjalanan panjang baru dimulai.
Sidrap sendiri tidak berhenti di kloter ini. Tahap kedua sebanyak 364 jemaah akan diberangkatkan pada 19 Mei 2026 dalam Kloter 40.
Belum lagi 105 jemaah haji khusus yang dijadwalkan berangkat lebih awal, 17 Mei 2026.
Artinya, tahun ini Sidrap benar-benar “panen” jemaah.
Tapi di balik angka besar itu, ada satu hal yang sama: harapan pulang.
Pulang dalam keadaan sehat.
Pulang dengan status yang paling diidamkan: haji mabrur.
Dan bagi daerah, kepulangan itu bukan sekadar seremoni penyambutan.
Tapi kembalinya energi spiritual—yang diharapkan ikut menguatkan kehidupan sosial di kampung halaman. (*)
Cluster Sidrap: Lihat berita Sidrap
