Sidikalang, Katasulsel.com — Pagi yang semula berjalan biasa di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Panji Dabutar, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, mendadak berubah menjadi duka mendalam bagi sebuah keluarga, Rabu (20/5/2026).
Seorang pelajar perempuan berinisial IL, siswi salah satu SMK di Sidikalang, meninggal dunia usai ditemukan dalam kondisi kritis di area belakang rumahnya.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sang ayah, JL, setelah pulang mengantar anak bungsunya ke sekolah di Panjaratan.
Sebelum berangkat, JL disebut masih sempat berpamitan kepada putri sulungnya itu. Tak ada firasat, tak ada tanda mencolok, pagi itu terlihat seperti hari biasa.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Namun sepulang dari mengantar anaknya, suasana rumah terasa berbeda. Putri sulung yang biasa berada di rumah tak terlihat. Sang ayah memanggil berkali-kali, lalu mulai mencari ke sekitar rumah.
Pencarian singkat itu berubah menjadi momen paling memilukan dalam hidupnya. Di area belakang rumah, ia mendapati anak yang dibesarkannya itu dalam kondisi kritis.
Dengan panik, sang ayah berusaha memberi pertolongan dan meminta bantuan warga sekitar.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD Sidikalang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil dan korban dinyatakan meninggal dunia.
Camat Sitinjo, Haposan Bancin, membenarkan peristiwa tersebut. Aparat kepolisian bersama petugas setempat juga turun melakukan penanganan di lokasi.
Duka tak hanya menyelimuti keluarga, tetapi juga warga sekitar yang mengenal korban sebagai sosok pelajar yang baik.
Lurah Panji Dabutar, Erna Boangmanalu, mengatakan keluarga korban hidup sederhana. Ayah korban bekerja di usaha pembuatan jok, sementara ibunya diketahui sedang berada di luar daerah untuk bekerja.
“Korban dikenal baik, sopan, dan rajin,” ujar Erna.
Kini, rumah sederhana itu tak lagi sama. Kesedihan menyelimuti keluarga yang harus menerima kenyataan pahit kehilangan putri sulung mereka.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar. Aparat masih menangani kejadian tersebut. (*)
