Makassar, katasulsel.com — Peringatan keras datang dari Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro. Ia menyoroti adanya dugaan potensi gerakan politik tertentu yang dinilai bisa mengganggu stabilitas keamanan di wilayah menjelang dinamika politik yang semakin menghangat.
Dalam arahannya, Kapolda bahkan menegaskan agar jajaran di lapangan tidak ragu mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang dianggap memicu keresahan atau mengganggu ketertiban umum.
“Setiap potensi gangguan yang mengarah pada instabilitas harus diantisipasi sejak dini,” tegasnya dalam rapat internal yang kemudian menjadi perhatian publik.
Pernyataan tersebut langsung menyedot perhatian, mengingat Sulawesi Selatan kerap disebut sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan politik yang cukup tinggi pada momentum tertentu, terutama menjelang tahapan politik dan pemilihan.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Namun demikian, pihak kepolisian juga menekankan bahwa langkah yang diambil tetap berada dalam koridor hukum, serta tidak ditujukan kepada kelompok tertentu secara sembarangan.
Kapolda juga mengingatkan seluruh jajaran untuk tetap menjaga netralitas institusi Polri, serta tidak terlibat dalam praktik politik praktis yang dapat mencederai kepercayaan publik.
Di sisi lain, masyarakat diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.
“Stabilitas keamanan adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai ruang digital kita dipenuhi provokasi,” demikian pesan yang disampaikan dalam arahannya.
Situasi di Sulawesi Selatan saat ini disebut masih dalam kondisi kondusif, namun kewaspadaan tetap ditingkatkan guna mengantisipasi potensi gangguan yang bisa muncul sewaktu-waktu. (*)
