JAKARTA – Suasana sore di kawasan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, mendadak berubah jadi kepanikan dan duka mendalam setelah dua bocah kakak beradik ditemukan meninggal dunia usai hanyut terbawa arus gorong-gorong, Senin (25/05/2026).
Peristiwa tragis itu terjadi di sekitar Jalan H. Deih, saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut dan membuat aliran air di saluran drainase meningkat tajam.
Kedua korban diduga awalnya sedang bermain dan mandi hujan di sekitar area saluran air. Namun tanpa disadari, derasnya arus tiba-tiba menyeret mereka masuk ke dalam gorong-gorong.
Warga yang mengetahui kejadian itu sontak melakukan upaya pencarian bersama petugas dan relawan. Suasana sekitar lokasi berubah haru sekaligus tegang, dipenuhi warga yang ikut menyaksikan proses evakuasi.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Setelah pencarian berlangsung beberapa waktu, kedua bocah tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di dalam saluran air.
Tangis keluarga pecah saat jenazah keduanya berhasil dievakuasi ke permukaan. Warga yang berada di lokasi pun tak kuasa menahan kesedihan atas peristiwa yang terjadi begitu cepat itu.
Peristiwa ini langsung menjadi perhatian warga sekitar dan memunculkan keprihatinan luas, terutama terkait keamanan anak-anak saat bermain di musim hujan.
Banyak warga berharap agar pengawasan terhadap anak-anak di lingkungan permukiman lebih diperketat, terutama di area yang memiliki saluran air terbuka dan berpotensi berbahaya saat hujan deras.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa di tengah hujan yang terlihat biasa, ada risiko besar yang kerap tak terlihat—dan bisa berubah menjadi kehilangan yang tak tergantikan dalam hitungan menit.
