Washinton, Katasulsel.com — Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump kerap digambarkan sebagian pengamat sebagai negara yang terlihat “ramai sendiri”.

Di dalam negeri terjadi perdebatan keras, sementara di luar negeri muncul ketegangan dengan banyak negara akibat kebijakan yang dianggap lebih proteksionis dan cenderung menarik diri dari kerja sama global.

Sejumlah kebijakan seperti perang dagang dengan Tiongkok menjadi sorotan utama.

Kenaikan tarif impor yang cukup tinggi memicu balasan dari Beijing dan membuat hubungan dagang dua negara besar itu memanas. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh kedua negara, tetapi juga mengguncang pasar global.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Di dalam negeri Amerika sendiri, kebijakan tarif tersebut ikut berdampak pada naiknya harga barang impor. Banyak kalangan menilai kondisi ini membuat masyarakat ikut terbebani karena biaya hidup menjadi lebih mahal.

Langkah Amerika Serikat keluar dari Trans-Pacific Partnership (TPP) juga dinilai mengubah peta kekuatan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.

Sejumlah analis menyebut, keputusan itu membuat pengaruh Amerika melemah di kawasan tersebut, sementara Tiongkok mendapat ruang lebih besar.

Di sisi lain, gaya komunikasi politik Trump yang tegas dan keras, terutama dalam isu imigrasi dan lawan politik, disebut memperdalam perpecahan di dalam negeri.

Masyarakat terbagi dalam kubu yang saling berseberangan, sehingga suasana politik menjadi lebih panas dari biasanya.

Meski demikian, pendukung Trump menilai kebijakan tersebut justru bertujuan memperkuat industri dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri. Mereka melihat langkah itu sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi Amerika.

Dampaknya juga dirasakan negara lain, termasuk Indonesia, terutama dalam bentuk perubahan arus perdagangan dan meningkatnya biaya ekspor di pasar global.

Secara keseluruhan, kondisi Amerika Serikat di era Trump dipandang sebagai masa yang penuh dinamika. Di satu sisi dianggap memperkuat kepentingan domestik, namun di sisi lain memunculkan ketegangan internasional dan perdebatan yang tidak kunjung reda di dalam negeri.(*)

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.