Katasulsel.com — Veda Ega Pratama perlahan mengubah peta persaingan balap dunia. Di tengah dominasi rider-rider Eropa, nama pembalap muda asal Indonesia itu kini mulai mencuat sebagai ancaman baru di ajang Moto3 World Championship 2026.

Jelang seri Mugello, Italia, Veda sukses bertahan di posisi lima klasemen sementara dengan koleksi 58 poin bersama Honda Team Asia.

Capaian itu bukan sekadar angka. Veda kini hanya terpaut tipis dari barisan terdepan dan berpeluang besar merangsek ke posisi tiga besar dunia jika tampil maksimal di Mugello.

Musim ini, Veda tampil berbeda. Ia tak lagi hanya dikenal sebagai pembalap muda potensial, tetapi mulai menunjukkan karakter petarung yang berani duel hingga lap terakhir.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Beberapa kali, Veda mampu bersaing ketat dengan pembalap unggulan yang lebih berpengalaman. Keberaniannya saat overtake dan kemampuannya menjaga ritme balap membuat banyak pengamat mulai melirik rider asal Indonesia tersebut.

Sirkuit Mugello sendiri dikenal ganas dan penuh tekanan. Trek cepat dengan tikungan teknis itu kerap menjadi arena pembuktian mental para rider muda.

Namun karakter Mugello justru diyakini cocok dengan gaya balap agresif Veda yang terkenal berani membuka racing line dan tampil ngotot saat perebutan posisi.

Jika berhasil finis di barisan depan akhir pekan ini, peluang Veda menembus tiga besar klasemen Moto3 akan terbuka sangat lebar.

Harapan publik Indonesia kini mulai mengarah kepada Veda sebagai salah satu talenta terbaik yang berpotensi membawa Merah Putih bersinar lebih tinggi di pentas MotoGP dunia.

Di usia muda, Veda bukan lagi sekadar mimpi balap Indonesia β€” ia mulai menjadi kenyataan. (edy)

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.