Jakarta, katasulsel.com –– Drama rumah tangga selebritas kembali jadi konsumsi publik. Kali ini, sorotan tertuju pada Sarwendah setelah beredarnya sebuah potongan video yang memicu spekulasi liar di media sosial.
Dalam video tersebut, Sarwendah terdengar melontarkan celetukan yang kemudian dipelintir warganet, hingga dianggap menyindir mantan suaminya, Ruben Onsu. Kalimat yang memicu polemik itu bahkan viral setelah diunggah ulang di berbagai platform.
Namun pihak Sarwendah langsung memberikan klarifikasi. Melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, ditegaskan bahwa ucapan dalam video tersebut tidak ditujukan kepada Ruben Onsu.
“Saya menonton video itu, memang bisa dipahami berbeda-beda, tetapi prinsipnya tidak ditujukan kepada RO,” ujar Chris seperti dikutip dari detikHot, Jumat (5/6).
Ia menegaskan, dalam video itu tidak ada penyebutan nama maupun inisial yang mengarah pada Ruben Onsu, sehingga tidak tepat jika langsung dihubungkan dengan konflik pribadi keduanya.
Menurutnya, apa yang disampaikan Sarwendah bisa saja berada dalam konteks pembicaraan lain yang tidak berkaitan dengan persoalan rumah tangga mereka.
“Mungkin saja bicara soal film, novel, atau kehidupan orang lain,” tambahnya.
Di sisi lain, kuasa hukum Sarwendah juga menyoroti dampak viralnya potongan video tersebut di media sosial. Ia menyebut kliennya merasa terganggu dengan berbagai asumsi dan framing negatif yang berkembang.
“Klien kami merasa sangat terganggu dengan situasi yang diputar-balikkan ini,” ucap Chris.
Polemik ini kembali membuka memori publik terhadap dinamika panjang hubungan Ruben Onsu dan Sarwendah. Sejak resmi bercerai pada 24 September 2024, keduanya beberapa kali masih menjadi bahan perbincangan publik, terutama terkait isu nafkah, pengasuhan anak, hingga persoalan tempat tinggal.
Sebelumnya, sempat muncul juga keluhan terkait nafkah yang disebut tidak diberikan selama beberapa bulan, yang kemudian dibantah dan dijelaskan dalam konteks berbeda oleh pihak terkait.
Kini, setelah video viral tersebut kembali memanaskan suasana, pihak Sarwendah berharap agar publik tidak terus menarik kesimpulan liar dari potongan video yang belum tentu menggambarkan konteks utuh.
Di tengah derasnya opini warganet, satu hal yang kembali terlihat jelas: di era media sosial, satu potongan kalimat bisa berubah menjadi badai besar yang sulit dikendalikan.(*)
