Jeneponto, katasulsel.com — Jumat siang, 12 Juni 2026 yang biasanya dilalui kendaraan dan aktivitas warga mendadak berubah tegang di atas sebuah jembatan di Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Sebuah mobil yang diduga membawa narkotika jenis sabu seberat sekitar 1 kilogram dihentikan aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Jeneponto. Namun operasi itu tidak berjalan mulus.

Alih-alih menyerah, pengemudi kendaraan justru nekat menginjak pedal gas dan menerobos hadangan petugas. Mobil yang dikendarainya bahkan menabrak kendaraan polisi yang digunakan untuk menutup jalur pelarian.

Detik-detik menegangkan itu sontak menyedot perhatian warga sekitar.

Ketika ruang geraknya semakin sempit dan kendaraan berhasil dihentikan, sang sopir memilih langkah yang tak terduga. Ia membuka pintu mobil lalu melompat ke sungai di bawah jembatan sebelum menghilang dari kejaran aparat.

Sementara itu, dua pria yang berada di dalam kendaraan tak sempat melarikan diri dan langsung diamankan petugas.

Kasat Reserse Narkoba Polres Jeneponto, Iptu Sahrir, mengatakan operasi tersebut merupakan hasil pengembangan informasi yang diterima aparat terkait pergerakan jaringan peredaran narkotika lintas daerah.

Dari penggeledahan kendaraan, petugas menemukan satu paket besar yang diduga berisi sabu dengan berat mencapai sekitar 1 kilogram.

Barang bukti itu ditemukan tersembunyi di bawah jok pengemudi, seolah sengaja disamarkan agar lolos dari pengawasan selama perjalanan.

Menurut hasil penyelidikan awal, paket narkotika tersebut diduga diambil dari wilayah Makassar menggunakan metode “tempel”, yakni sistem pengambilan barang tanpa pertemuan langsung antara pengirim dan kurir.

Setelah berhasil diambil, barang haram itu rencananya akan dibawa menuju Kabupaten Bantaeng.

“Informasi yang kami dapatkan, barang tersebut diambil di Makassar dan akan dibawa ke wilayah Bantaeng,” kata Sahrir.

Aksi penghadangan di atas jembatan itu sempat membuat arus kendaraan tersendat. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah warga berkumpul menyaksikan proses penangkapan, sementara petugas melakukan pengamanan dan penggeledahan kendaraan.

Polisi kini masih memburu sopir yang berhasil kabur dengan cara melompat ke sungai. Identitasnya telah dikantongi dan tim gabungan terus melakukan pencarian.

Kasus ini juga membuka dugaan adanya jaringan peredaran narkotika yang lebih besar di balik pergerakan paket sabu tersebut.

Bagi aparat, keberhasilan menyita satu kilogram sabu bukan sekadar angka.

Dalam hitungan peredaran narkotika, jumlah itu berpotensi merusak ribuan pengguna dan menghancurkan banyak keluarga jika berhasil beredar di pasaran.

Karena itu, pengejaran belum selesai.

Dua orang telah diamankan, satu masih buron, dan polisi kini menelusuri siapa dalang yang mengendalikan perjalanan paket sabu yang berakhir dramatis di atas jembatan Binamu. (*)