Sidikalang, katasulsel.com — Harapan besar tengah menggantung di ruang pelayanan kesehatan Kabupaten Dairi. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang berharap Kementerian Kesehatan segera merealisasikan bantuan alat cathlab (catheterization laboratory) tahun ini, mengingat meningkatnya jumlah pasien penyakit jantung yang terus membutuhkan penanganan cepat.

Direktur RSUD Sidikalang, dr. Benny Purba, menyebut keberadaan alat tersebut menjadi kebutuhan mendesak. Saat ini, pasien jantung masih harus dirujuk ke luar daerah karena fasilitas penanganan lanjutan belum tersedia.

“Lantaran alat belum tersedia, terpaksa dirujuk,” ujar Benny, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, pihak rumah sakit berharap pengadaan alat kesehatan tersebut bisa direalisasikan paling lambat akhir 2026. Dengan begitu, layanan tindakan jantung bisa segera dilakukan langsung di Sidikalang tanpa harus membebani pasien secara biaya dan waktu.

“Harapan kita, akhir 2026 cathlab sudah terealisasi. Kita sudah siap mengoperasikan,” tambahnya.

Sebagai langkah persiapan, RSUD Sidikalang juga telah menyiapkan sumber daya manusia. Sejumlah tenaga medis, termasuk dokter spesialis jantung, dikirim untuk pendalaman ilmu ke Tiongkok, sementara perawat khusus jantung juga terus ditingkatkan kompetensinya.

“Ini bukan rencana baru. Hampir tidak mungkin dibatalkan. Tinggal penyelesaian administrasi di pusat,” kata Benny.

Tak hanya SDM, fasilitas pendukung juga telah disiapkan. Bangunan khusus dengan nilai sekitar Rp1,8 miliar untuk instalasi layanan tersebut sudah rampung dan telah ditinjau oleh pihak Kementerian Kesehatan. Hasil penilaian disebutkan memenuhi standar kelayakan.

Secara keseluruhan, bantuan yang akan masuk ke RSUD Sidikalang mencapai sekitar Rp43 miliar, mencakup perangkat CT Scan, tempat tidur medis, hingga teknologi pencitraan sinar-X canggih.

Jika seluruh fasilitas tersebut sudah beroperasi, masyarakat disebut akan mendapatkan manfaat besar. Pasien jantung tidak lagi harus dirujuk ke kota lain yang membutuhkan biaya tinggi dan waktu yang tidak sedikit.

“Pasien jantung ini sebenarnya bisa ditanggung BPJS,” jelas Benny.

Ia juga menegaskan, jika dilakukan secara umum tanpa skema pembiayaan kesehatan, tindakan pemasangan ring jantung bisa mencapai sekitar Rp70 juta per pasien, angka yang tentu sangat berat bagi masyarakat.

Dengan hadirnya cathlab nantinya, RSUD Sidikalang diharapkan menjadi pusat layanan jantung yang lebih mandiri dan terjangkau bagi masyarakat wilayah Dairi dan sekitarnya. (*)