Sidrap, Katasulsel.com β Ada yang datang ke Sidrap bukan mencari emas, bukan pula tambang nikel. Mereka datang mencari sesuatu yang selama ini dianggap limbah.
Sampah.
Dan kotoran ayam.
Rombongan investor dari Amerika Serikat dan Kanada, yakni Mr. Steven, Mr. Joy, dan Mr. Malik, mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Patommo, Kabupaten Sidrap, Rabu (29/7/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengkaji potensi pengembangan energi terbarukan di Kabupaten Sidrap melalui teknologi pengolahan sampah menjadi listrik (Waste to Energy) serta pemanfaatan limbah peternakan menjadi energi biogas.
Didampingi Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, para investor melihat langsung kondisi dan potensi pengelolaan sampah di TPA Patommo.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, kunjungan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Sidrap.
“Sudah ditinjau. Kunjungan ini untuk mengkaji potensi Sidrap. Mudah-mudahan bisa terjalin kerja sama,” ujar Syaharuddin.
Menurutnya, Sidrap memiliki posisi strategis karena berada di tengah wilayah Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut memungkinkan pengembangan pusat pengolahan energi yang tidak hanya melayani kebutuhan Sidrap, tetapi juga daerah sekitar.
“Nantinya ada beberapa daerah yang bisa terlibat, seperti Parepare, Pinrang, Soppeng, dan Wajo. Sidrap berada di tengah-tengah sehingga sangat memungkinkan menjadi pusatnya,” jelasnya.
Selain pengolahan sampah menjadi listrik, kerja sama tersebut juga menyasar pemanfaatan chicken waste atau limbah kotoran ayam menjadi energi biogas.
Potensi ini dinilai sangat besar karena Sidrap merupakan salah satu daerah dengan aktivitas peternakan ayam yang tinggi.
Syaharuddin mengungkapkan, kebutuhan bahan baku untuk menghasilkan energi biogas sebenarnya tidak terlalu besar.
“Untuk biogas dari kotoran ayam hanya membutuhkan sekitar 100 ton per hari, sementara produksi kita bisa mencapai sekitar 700 ton per hari,” ungkapnya.
Artinya, limbah peternakan yang selama ini menjadi persoalan lingkungan justru memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan teknologi yang tepat.
Melalui rencana tersebut, Sidrap berpeluang menjadi salah satu daerah penghasil energi bersih di Sulawesi Selatan.
Dari sampah menjadi listrik.
Dari kotoran ayam menjadi biogas.
Sebuah langkah menuju konsep white energy, energi bersih yang memanfaatkan potensi lokal. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
