Sidrap, katasulsel.com — Ada satu nama dari Sidrap yang mendapat tempat cukup strategis dalam susunan kepengurusan baru DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2025–2030 di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Dia adalah H. Zulkifli Zain, S.H.
Pria yang akrab disapa H. Pilli itu bukan pendatang baru dalam politik Golkar.
Saat ini ia dipercaya sebagai Ketua DPD I Golkar Sidrap sekaligus anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Partai Golkar.
Kini, perannya diperluas ke tingkat provinsi.
IAS memberinya amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan DPD I Golkar Sulsel.
Penempatan tersebut sekilas terlihat seperti jabatan partai biasa.
Namun jika melihat rekam jejak H. Pilli di DPRD Sulsel, posisinya justru terasa sangat tepat.
Di parlemen, H. Pilli duduk di Komisi B DPRD Sulsel yang salah satu ruang lingkup utamanya bersentuhan langsung dengan sektor pertanian, perikanan, peternakan dan kehutanan.
Artinya, bidang yang kini dipercayakan IAS kepadanya di struktur Golkar Sulsel bukanlah wilayah yang asing.
Ia sudah cukup lama bersentuhan dengan persoalan sektor pangan dan ekonomi berbasis sumber daya alam melalui fungsi legislatifnya.
Kini pengalaman tersebut dibawa ke ruang yang berbeda: ruang konsolidasi dan penguatan kebijakan partai.
Di sinilah menariknya posisi H. Pilli.
Ia tidak sekadar diberi jabatan dalam struktur provinsi, tetapi ditempatkan pada bidang yang memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat Sulawesi Selatan.
Pertanian dan ketahanan pangan bukan isu kecil bagi Sulsel.
Provinsi ini memiliki basis ekonomi pertanian yang besar, sekaligus menjadi salah satu daerah penting dalam menopang kebutuhan pangan nasional.
Maka, menempatkan figur yang memahami persoalan pertanian dari dekat tentu memiliki nilai strategis.
Bagi H. Pilli, perpindahan peran ini juga bisa dibaca sebagai peningkatan kepercayaan.
Dari memimpin Golkar di tingkat kabupaten dan menjalankan fungsi legislasi di DPRD Sulsel, kini ia masuk dalam lingkaran strategis kepengurusan DPD I Golkar Sulsel.
IAS tampaknya tidak sekadar menyusun daftar nama.
Komposisi baru Golkar Sulsel memperlihatkan upaya menempatkan kader sesuai dengan latar belakang, pengalaman dan bidang yang dianggap relevan.
Dan H. Pilli mendapatkan ruang di salah satu sektor yang sangat menentukan masa depan daerah: pertanian dan ketahanan pangan.
Menariknya, H. Pilli bukan satu-satunya figur asal Sidrap yang masuk dalam kepengurusan baru tersebut.
Ada pula H. Mahmud Yusuf.
Mantan Wakil Bupati Sidrap pada era Bupati Dollah Mando itu dipercaya mengemban tugas di bidang penanggulangan bencana.
Dengan demikian, dua nama yang memiliki pengalaman berbeda dari Sidrap kini berada dalam struktur DPD I Golkar Sulsel.
H. Pilli membawa pengalaman politik dan legislatif yang kuat di sektor pertanian.
Sementara H. Mahmud Yusuf membawa pengalaman pemerintahan daerah ke bidang penanggulangan bencana.
Keduanya menjadi bagian dari mesin baru Golkar Sulsel yang sedang dirancang IAS.
Dan struktur tersebut memang tidak hanya diisi satu kelompok.
IAS juga merangkul sejumlah figur dengan latar belakang dan pengalaman politik yang beragam.
Bersambung…………
