Makassar, Katasulsel.com — Di tengah suasana yang sempat membuat masyarakat khawatir soal ketersediaan BBM, Wakapolda Sulawesi Selatan Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum justru turun langsung ke tengah massa.

Bukan dari balik meja.

Bukan hanya lewat pernyataan resmi.

Gidion hadir langsung, melihat situasi dari dekat sekaligus menyampaikan pesan agar masyarakat tidak terpancing kepanikan.

Pesannya sederhana, tetapi penting.

Tidak perlu panic buying.

Ketersediaan BBM di Kota Makassar dalam kondisi aman.

Karena itu, masyarakat diminta tidak membeli BBM secara berlebihan hanya karena khawatir kehabisan.

Ketenangan masyarakat, menurutnya, menjadi bagian penting untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Wakapolda juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan.

Jangan sampai kekhawatiran justru berubah menjadi antrean panjang, pembelian berlebihan, atau tindakan yang akhirnya membuat situasi semakin tidak nyaman.

Kehadiran Gidion di tengah massa menjadi pesan tersendiri.

Polisi tidak hanya datang ketika terjadi gangguan keamanan.

Dalam situasi seperti ini, polisi juga hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak mudah terseret kepanikan.

“BBM aman. Masyarakat tidak perlu panic buying,” menjadi pesan yang ingin ditegaskan.

Makassar pun diharapkan tetap berjalan normal.

Masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan tidak melakukan penimbunan.

Sebab ketika satu orang membeli berlebihan karena takut kehabisan, kepanikan bisa menular kepada yang lain.

Dari situlah masalah yang sebenarnya tidak ada bisa berubah menjadi persoalan bersama.

Karena itu, Wakapolda Sulsel memilih hadir langsung di tengah masyarakat.

Menenangkan.

Memastikan.

Sekaligus mengingatkan.

BBM aman, masyarakat tenang, dan keamanan tetap menjadi tanggung jawab bersama.

Pesan Gidion jelas: jangan panik, jangan menimbun, dan jangan biarkan kekhawatiran mengganggu ketertiban Kota Makassar. (edybasri)