Makassar, Katasulsel.com β€” Aspirasi ribuan pecinta otomotif untuk memiliki sirkuit balap resmi di Sulawesi Selatan mendapat ruang dialog langsung pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sekitar 1.000 pengendara roda dua yang tergabung dalam Makassar Racing Family bersama sejumlah komunitas racing Kota Makassar menggelar Rolling Kemerdekaan Vol. 7, Senin (17/8/2026).

Konvoi tersebut bukan sekadar kegiatan komunitas. Di balik deru kendaraan, massa membawa satu tuntutan utama: tersedianya fasilitas sirkuit balap resmi sebagai ruang aman bagi pembalap dan penghobi otomotif menyalurkan bakatnya.

Rangkaian aksi kemudian bergerak menuju kawasan Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Selatan.

Menariknya, setelah mengikuti prosesi penghormatan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih, perwakilan massa justru mendapat kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum.

Pertemuan itu menjadi titik penting dalam aksi tersebut.

Alih-alih membiarkan aspirasi berhenti sebagai unjuk rasa, Wakapolda Sulsel mengambil posisi sebagai jembatan komunikasi antara komunitas otomotif dan pemerintah daerah.

Gidion mengapresiasi peserta aksi yang mampu menjaga ketertiban dan menghormati suasana sakral peringatan Kemerdekaan.

Ia kemudian menawarkan solusi bersama atau win-win solution agar tuntutan komunitas dapat dibawa ke meja pembahasan dengan pemerintah.

“Kepolisian hadir untuk mengayomi dan memberikan solusi. Aspirasi adik-adik pemuda dan komunitas otomotif terkait ketersediaan sirkuit balap merupakan wujud kerinduan akan wadah penyaluran bakat yang aman dan terarah,” ujar Gidion.

Menurutnya, kebutuhan sirkuit bukan semata persoalan olahraga otomotif. Keberadaan fasilitas resmi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang yang lebih aman bagi generasi muda sekaligus mendukung keselamatan berlalu lintas.

“Karena itu, kita berikan win-win solution bersama Pemda Provinsi Sulsel agar didapatkan formulasi dan titik temu yang jelas demi kemajuan olahraga otomotif serta keselamatan berlalu lintas,” katanya.

Langkah Wakapolda itu kemudian membuka jalur komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Aspirasi massa diterima oleh Dr. Ansar, S.S.T.P., M.A.P., pejabat Badan Kesbangpol Provinsi Sulsel, yang menyatakan komitmen untuk meneruskan dan mengawal aspirasi tersebut agar dapat dibahas lebih lanjut, termasuk penyampaiannya kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Bagi komunitas, respons tersebut menjadi angin segar.

Ketua Makassar Racing Family, Kamal Losari, mengapresiasi respons cepat Wakapolda Sulsel beserta jajaran yang tidak sekadar mengamankan jalannya aksi, tetapi juga membuka ruang dialog.

Menurutnya, fasilitasi tersebut memberikan kepastian bahwa aspirasi komunitas otomotif tidak berhenti di jalanan.

“Kami mengapresiasi respons dan fasilitasi Wakapolda Sulsel yang telah menjembatani kami dengan Pemprov Sulsel. Ini menjadi langkah awal agar aspirasi mengenai sirkuit dapat dibahas lebih lanjut,” ujarnya.

Setelah mendapat kepastian jalur komunikasi dengan pemerintah, massa kemudian membubarkan diri.

Rolling Kemerdekaan Vol. 7 pun berakhir tanpa kericuhan.

Di tengah ribuan kendaraan dan tuntutan pembangunan sirkuit, justru pendekatan dialog yang dikedepankan Wakapolda Sulsel menjadi penutup aksi: aspirasi disampaikan, keamanan tetap terjaga, dan pintu komunikasi dengan pemerintah terbuka. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Makassar Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Makassar hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Makassar terbaru di sini