Makassar, Katasulsel.com — Pelatihan Instruktur Nasional (PINAS) Regional Indonesia Timur dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) Wilayah Sulawesi Selatan resmi berakhir di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (29/9/2026).
Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) turut ambil bagian dengan mengirim empat utusan dalam kegiatan tersebut. Mereka yakni Yayuk Astuti, S.Pd., M.A.P.; Dr. Ir. Drs. H. Muh. Thamrin, S.T., M.M., I.P.P.; Kamal, S.Pd., M.Pd.; dan Syahrir L., S.Pd., M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Ir. Drs. H. Muh. Thamrin berhasil mendapat penghargaan sebagai Peserta Terinspiratif. Penghargaan itu menjadi salah satu capaian yang diraih delegasi UMS Rappang selama mengikuti rangkaian PINAS.
Dr. Muh. Thamrin mengatakan, keikutsertaannya dalam PINAS menjadi pengalaman penting untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menjalankan peran sebagai instruktur di lingkungan Muhammadiyah.
“PINAS ini memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran. Tidak hanya terkait materi keinstrukturan, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi, kerja sama, dan karakter seorang instruktur,” kata Muh. Thamrin yang juga menjabat pada Divisi Konseling dan Kesejahteraan Mahasiswa.
Menurutnya, predikat Peserta Terinspiratif tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kapasitas dan memberikan kontribusi bagi organisasi maupun institusi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak kader dan sumber daya manusia dari PTMA, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
“Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi ruang untuk memperkuat kompetensi instruktur serta mempererat jejaring antar-PTMA,” tambahnya.
PINAS sendiri dirancang sebagai ruang penguatan kapasitas instruktur Muhammadiyah melalui pengayaan ideologi, pengembangan wawasan, peningkatan kompetensi keinstrukturan, praktik pembelajaran, evaluasi, hingga penyusunan rencana tindak lanjut.
Keikutsertaan UMS Rappang dalam PINAS juga merupakan bagian dari upaya institusi untuk mendorong pengembangan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan kompetensi keilmuan, serta penguatan kemampuan keinstrukturan dan perkaderan Muhammadiyah. (*)
