Parepare, Katasulsel.com – Ada makanan di Parepare yang namanya justru langsung menyebut cara memasaknya. Kanre santan, yang oleh masyarakat juga disebut kanse, merupakan olahan beras yang dimasak dengan santan lalu disajikan bersama beragam lauk.
Kanre santan tercatat dalam penelitian tentang makanan tradisional empat etnis di Sulawesi Selatan sebagai salah satu kuliner khas Kota Parepare. Daftar tersebut juga mencatat sejumlah pendampingnya, seperti ikan, bebek, telur, dan lauk lainnya.
Di Parepare, kanse bukan sekadar nasi yang diberi santan. Hidangan ini berkembang sebagai menu makan dengan pilihan lauk yang bisa disesuaikan dengan selera pembeli.
Dari Kanre Santang Menjadi Kanse
Nama kanre santan biasa disingkat menjadi kanse. DetikSulsel mencatat istilah kanse berasal dari kanre santang, yang merujuk pada makanan atau proses memasak menggunakan santan.
Bentuk makanannya sederhana. Beras dimasak bersama santan hingga menghasilkan nasi dengan rasa gurih. Setelah matang, nasi disajikan bersama lauk yang tersedia.
Dalam salah satu dokumentasi kuliner Parepare, kanse biasa disantap bersama ikan tuna goreng atau nasu palekko. Lauknya juga dapat berupa ayam, telur, perkedel, hingga mi.
Karena lauknya tidak terpaku pada satu jenis, satu porsi kanse bisa terlihat berbeda antara satu warung dan warung lainnya.
Kanse dan Lauk yang Mengikutinya
Salah satu ciri kanse adalah cara penyajiannya. Nasi santan menjadi bagian dasar, sedangkan lauk ditempatkan sebagai pelengkap.
Ikan tuna goreng menjadi salah satu pasangan yang sering disebut dalam sumber kuliner Parepare. Nasu palekko juga menjadi pilihan, terutama bagi pembeli yang menginginkan lauk berbahan daging bebek. Ada pula telur, perkedel kentang, dan mi.
Karena pilihan tersebut, kanse lebih tepat dilihat sebagai satu paket hidangan daripada sekadar nasi santan.
Cara makan seperti ini juga membuat kanse mudah menyesuaikan dengan kebutuhan pembeli. Orang bisa memilih lauk berdasarkan selera dan kemampuan membeli.
Punya Jejak Panjang di Warung Parepare
Kanse bukan kuliner baru yang muncul belakangan.
Dokumentasi tentang kuliner Parepare sejak 2009 sudah mencatat keberadaan warung kanse di sejumlah ruas kota. Salah satunya disebut berada di kawasan Jalan Pertamina. Sumber tersebut juga mencatat kebiasaan warung kanse yang buka hingga malam bahkan tengah malam.
Catatan lain pada 2018 juga menyebut masyarakat Parepare dapat menemukan kanse di warung dan tempat makan, dengan lauk yang beragam.
Kebiasaan makan malam tersebut masih muncul dalam pemberitaan kuliner yang lebih baru. DetikSulsel pada 2024 menyebut warung kanse mudah ditemukan di Kota Parepare dan umumnya dinikmati pada malam hari, dengan sejumlah tempat yang tetap buka hingga larut.
Nasi Santan yang Menjadi Identitas Parepare
Kanse memiliki kemiripan dengan sejumlah hidangan nasi bersantan di daerah lain. Namun, pola penyajiannya bersama berbagai lauk membuat kanre santan mempunyai karakter tersendiri dalam kuliner Parepare.
RRI juga mendokumentasikan kanre santan sebagai kuliner Parepare dan menyebutnya sebagai nasi santan yang biasa disantap bersama lauk khas Bugis, seperti ikan goreng dan palekko.
Penelitian gastronomi Sulawesi Selatan memasukkan kanre santan dalam daftar kuliner Kota Parepare bersama makanan lain seperti roti berre, kacipo, baje’ canggoreng, roti mantao, pisang epe, sarabba, barongko, pallumara, dan putu cangkiri.
Di Parepare, kanre santan akhirnya punya tempat yang cukup jelas: nasi gurih yang disajikan dengan pilihan lauk, hadir di warung-warung kota, dan sejak lama dikenal sebagai salah satu hidangan yang dicari ketika malam tiba.
