Di bawah kepemimpinan IAS, Golkar Sulsel kini memasuki fase baru.

Struktur baru sedang dibangun.

Figur-figur lama tetap diberi ruang, sementara sejumlah wajah dan kekuatan baru ikut dirangkul.

Dan di tengah desain besar tersebut, H. Pilli mendapat satu posisi yang sangat dekat dengan rekam jejaknya.

Pertanian dan ketahanan pangan.

Boleh jadi, inilah alasan mengapa ketika Golkar Sulsel membutuhkan figur untuk bidang tersebut, nama H. Zulkifli Zain dari Sidrap menjadi salah satu yang dipercaya.

Kini tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana duduk di struktur kepengurusan.

Tetapi bagaimana amanah tersebut diterjemahkan menjadi kerja politik yang nyata.

Sebab bagi daerah seperti Sidrap dan Sulawesi Selatan, pertanian bukan hanya soal sawah.

Di dalamnya ada petani, produksi pangan, pupuk, irigasi, harga hasil panen, distribusi, kesejahteraan masyarakat hingga ketahanan pangan.

Dan H. Pilli kini mendapat ruang untuk membawa isu-isu tersebut ke panggung yang lebih luas.

Dari Sidrap, naik ke tingkat Sulsel.

Dari Komisi B, masuk ke struktur strategis Golkar Sulsel.

Satu amanah baru, dengan bidang yang sebenarnya sudah sangat dekat dengan dirinya.

Ditulis oleh: Edy Basri (Pimpinan Redaksi Katasulsel.com)