Oleh: Edy Basri

ADA orang datang ke Sidrap mencari sesuatu yang selama ini sering dijauhi manusia.

Bukan emas.

Bukan nikel.

Bukan pula tambang baru yang mengkilap di mata investor.

Mereka datang mencari sampah.

Bahkan kotoran ayam.

Aneh?

Bisa jadi.

Tapi begitulah dunia energi hari ini. Sesuatu yang dulu dianggap tidak berguna, perlahan berubah menjadi sesuatu yang bernilai.

Sampah tidak lagi sekadar sampah.

Limbah tidak lagi hanya dibuang.

Karena di balik tumpukan yang dianggap kotor, ternyata ada energi yang bisa dibangkitkan.

Rabu, 29 Juli 2026, TPA Patommo, Kabupaten Sidrap, kedatangan tamu dari jauh.

Tiga investor asal Amerika dan Kanada datang melihat langsung potensi energi terbarukan di daerah yang dikenal sebagai Bumi Nene Mallomo itu.

Mereka adalah Mr. Steven, Mr. Joy, dan Mr. Malik.

Mereka tidak datang sekadar melihat-lihat.

Mereka datang membawa rasa ingin tahu.

Apakah Sidrap punya potensi untuk menjadi bagian dari revolusi energi baru?

Kunjungan itu dilakukan untuk mengkaji peluang kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) di Kabupaten Sidrap.

Sebuah gagasan besar:

Mengubah sampah menjadi listrik.

Mengubah limbah menjadi energi.

Mengubah sesuatu yang selama ini dianggap masalah menjadi sebuah solusi.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif ikut mendampingi langsung kunjungan tersebut.

Bagi Syaharuddin, investor tidak cukup hanya mendengar cerita dari meja rapat.

Mereka harus melihat sendiri.

Mereka harus menyentuh kenyataan lapangan.

Harus melihat apa yang dimiliki Sidrap.

Dan Sidrap ternyata punya cerita menarik.

“Kotoran ayam juga sudah ditinjau,” kata Syaharuddin.

Kalimatnya sederhana.

Tapi maknanya tidak sederhana.

Sebab di balik kotoran ayam itu, ada peluang energi yang besar.

Di banyak negara maju, limbah sudah lama tidak dianggap sebagai sesuatu yang harus disingkirkan.

Limbah justru menjadi industri.

Konsepnya dikenal dengan istilah waste to energy.

Sampah diolah menjadi energi.

Kotoran peternakan diproses menjadi biogas.

Biogas kemudian menghasilkan listrik.

Sebuah siklus baru yang lebih ramah lingkungan.

Energi bersih.

Energi masa depan.

Sidrap memiliki modal yang menarik untuk menuju ke arah itu.

Produksi limbah peternakan ayam di daerah ini cukup besar.

Untuk kebutuhan awal pengolahan biogas, bahan baku yang dibutuhkan sekitar 100 ton per hari.

Sementara potensi kotoran ayam di Sidrap diperkirakan bisa mencapai sekitar 700 ton per hari.

Artinya, persoalannya bukan lagi mencari bahan baku.

Bahannya sudah ada.

Tantangannya tinggal bagaimana mengolahnya menjadi energi.

Yang membuat rencana ini semakin menarik, bukan hanya potensi Sidrap sendiri.

Posisi geografis Sidrap menjadi keuntungan tambahan.

Berada di tengah beberapa kabupaten, Sidrap memiliki peluang menjadi pusat pengolahan energi berbasis limbah untuk kawasan sekitar.

Ada Parepare.

Ada Pinrang.

Ada Soppeng.

Ada Wajo.

Sedikitnya enam daerah disebut memiliki potensi untuk terlibat dalam kerja sama tersebut.

Bayangkan.

Sampah yang selama ini menjadi persoalan masing-masing daerah, bisa berubah menjadi sumber energi bersama.

Begitulah cara baru melihat sebuah daerah.

Bukan hanya dari apa yang terlihat.

Bukan hanya dari luas sawah.

Bukan hanya dari jumlah ternak.

Tetapi dari kemampuan membaca peluang yang tersembunyi.

Sidrap sedang mencoba membaca peluang itu.

Mengubah sesuatu yang dianggap kotor menjadi sesuatu yang bernilai.

Dulu orang datang ke TPA hanya untuk membuang.

Kini ada yang datang untuk menghitung.

Menghitung berapa banyak energi yang bisa lahir dari tempat itu.

Menghitung berapa banyak manfaat yang bisa diciptakan.

Mungkin suatu hari nanti, TPA Patommo tidak hanya dikenal sebagai tempat akhir sampah.

Tetapi sebagai tempat lahirnya cerita baru.

Cerita ketika Sidrap membuktikan satu hal:

Bahwa masa depan tidak selalu datang dari sesuatu yang mahal.

Kadang-kadang, masa depan justru tumbuh dari sesuatu yang selama ini kita buang. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini