Penulis:
Novi Dwi Putri

PAREPARE – Ada pelajaran penting yang tidak selalu tertulis di buku sekolah. Tentang mengenal tubuh sendiri, berani menjaga batasan pribadi, dan memahami masa depan sebelum membuat keputusan besar.

Pesan itulah yang dibawa Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melalui kegiatan psikoedukasi bertajuk “Sayangi Tubuhmu, Lindungi Dirimu” di SDN 014 Model Parepare, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan yang digagas oleh Novi Dwi Putri tersebut menyasar siswa kelas VI dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Tujuannya bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi membangun kesadaran anak sejak dini tentang kesehatan, perlindungan diri, hingga pentingnya mempersiapkan masa depan.

Di hadapan para siswa, Novi menyampaikan tiga pesan utama yang menjadi fokus edukasi.

Pertama, siswa diajak mengenal masa pubertas. Anak-anak diberikan pemahaman bahwa perubahan fisik maupun emosional yang terjadi saat memasuki masa remaja merupakan proses alami yang harus dipahami dengan sikap positif.

Kedua, siswa diperkenalkan mengenai area privasi tubuh. Mereka diajarkan bahwa ada bagian tubuh tertentu yang harus dihargai dan tidak boleh disentuh sembarangan oleh orang lain.

Pemahaman ini menjadi bekal penting agar anak mampu mengenali tindakan yang tidak pantas, berani berkata tidak, serta segera melaporkan jika mengalami perlakuan yang membuat tidak nyaman.

Ketiga, mahasiswa Unhas memberikan edukasi mengenai bahaya pernikahan anak.

Para siswa diberikan pemahaman bahwa menikah terlalu dini dapat membawa berbagai risiko terhadap kesehatan, pendidikan, serta masa depan mereka.

Seluruh materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Cara penyampaian tersebut membuat suasana belajar menjadi lebih santai dan mudah diterima.

Belajar Melalui Lagu, Siswa Ikut Bergerak

Edukasi semakin menarik ketika siswa tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi juga diajak bernyanyi melalui lagu edukatif berjudul “Ini Area Privasiku” yang dipadukan dengan gerakan tangan sederhana.

Metode belajar kreatif tersebut membuat siswa lebih mudah mengingat pesan utama tentang menjaga tubuh dan mengenali batasan diri.

Suasana kelas pun berubah menjadi lebih hidup. Para siswa terlihat antusias mengikuti gerakan lagu, menjawab kuis, hingga mengajukan pertanyaan seputar materi yang diberikan.

Interaksi aktif selama kegiatan menunjukkan bahwa edukasi mengenai perlindungan diri dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan tanpa membuat anak merasa takut atau canggung.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Unhas Gelombang 116 berharap siswa SDN 014 Model Parepare dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih percaya diri, memahami perubahan dirinya, mampu menjaga keselamatan diri, serta memiliki cita-cita yang ingin diraih sebelum memasuki jenjang kehidupan berikutnya.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Unhas dalam mendukung tumbuh kembang anak dan memperkuat edukasi kesehatan serta perlindungan anak di lingkungan sekolah.(*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Parepare Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Parepare hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Parepare terbaru di sini