Konawe Selatan, Katasulsel.com – Pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan (Konsel) secara daring, Selasa malam, 28 Juli 2026 menghadirkan suasana berbeda. Bukan hanya karena materi yang disajikan, tetapi juga karena kegiatan tersebut dipandu langsung oleh salah satu akademisi produktif Indonesia, Ismail Suardi Wekke, Ph.D.

Nama Ismail Suardi Wekke bukan sosok asing di dunia akademik nasional maupun internasional. Akademisi kelahiran Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan itu dikenal sebagai peneliti, penulis, dan konsultan pendidikan tinggi yang memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan pendidikan, studi Islam, serta jejaring akademik global.

Dalam kegiatan yang diikuti mahasiswa KKN dari berbagai daerah, termasuk peserta KKN Universitas Hasanuddin di Sidrap, Barru, Bone, dan Bulukumba, Ismail tampil sebagai moderator sekaligus pengarah diskusi yang membuat suasana pelatihan berlangsung hidup dan interaktif.

Sebagai akademisi yang telah menorehkan ribuan sitasi ilmiah dan memiliki puluhan publikasi nasional maupun internasional, Ismail mampu menjembatani dunia akademik dengan praktik jurnalistik yang dibutuhkan mahasiswa di lapangan.

Kehadiran Ismail juga menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta. Saat memperkenalkan narasumber, ia menekankan pentingnya kemampuan menulis sebagai bagian dari proses pengabdian masyarakat dan diseminasi ilmu pengetahuan.

“Pengabdian yang baik perlu didokumentasikan dengan baik. Salah satu caranya melalui tulisan yang mampu menjelaskan manfaat kegiatan kepada masyarakat luas,” ungkapnya.

Pelatihan tersebut menghadirkan Pimpinan Redaksi Katasulsel.com, Edy Basri, S.H., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Edy membedah teknik menulis berita yang berkelas, mulai dari penyusunan judul, teknik membuat lead, penggunaan prinsip 5W+1H, hingga strategi agar tulisan mahasiswa lebih mudah diterima media online.

Namun di balik suksesnya pelatihan itu, banyak peserta menilai peran moderator menjadi salah satu faktor yang membuat diskusi berjalan dinamis. Ismail tidak hanya memandu jalannya acara, tetapi juga aktif mengaitkan materi jurnalistik dengan kebutuhan akademik mahasiswa dan tantangan literasi informasi di era digital.

Diketahui, Ismail Suardi Wekke saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian sekaligus Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Sebelumnya, ia dikenal luas melalui kiprahnya sebagai dosen, peneliti, penulis, serta penggerak berbagai kolaborasi akademik lintas negara.

Berdasarkan rekam jejak akademiknya, Ismail memiliki H-Index yang tinggi di Google Scholar dengan ribuan sitasi dari berbagai karya ilmiah yang dipublikasikannya. Ia juga aktif menjadi pembicara dalam forum nasional maupun internasional serta terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat.

Pada sesi penutupan, Ismail kembali mengingatkan peserta bahwa kemampuan menulis bukan hanya milik wartawan. Menurutnya, menulis adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki mahasiswa agar gagasan, penelitian, dan pengabdian yang dilakukan dapat memberikan dampak lebih luas.

Pelatihan jurnalistik yang digelar IAI Rawa Aopa tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen kampus dalam memperkuat budaya literasi sekaligus membekali mahasiswa dengan kemampuan komunikasi publik yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dengan kombinasi narasumber praktisi media dan moderator akademisi berpengalaman, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang belajar jurnalistik, tetapi juga forum bertukar gagasan mengenai pentingnya dokumentasi, literasi digital, dan penguatan kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. (*)

Topik Terkait: Sultra
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini