Gowa, Katasulsel.com — Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mulai menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Warga mengaku harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertalite dan Pertamax.
Sebagian bahkan harus menghabiskan waktu berjam-jam di tengah antrean yang mengular. Kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada pengendara sepeda motor, tetapi juga kendaraan roda empat.
Situasi ini kemudian membuat Unit Tipidter Satreskrim Polresta Gowa turun langsung melakukan pemantauan di sejumlah SPBU, termasuk enam SPBU yang berada di Kecamatan Somba Opu.
Pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi distribusi BBM sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya praktik pelansiran maupun penimbunan.
Salah satu SPBU yang dipantau adalah SPBU 74.901.05 di Jalan Agus Salim, Kelurahan Bonto-Bontoa, Kecamatan Somba Opu.
Di lokasi tersebut, antrean kendaraan terlihat cukup panjang. Sementara stok Pertalite dan Pertamax dilaporkan telah habis.
Pengawas SPBU 74.901.05, Irwan, mengatakan persoalan pasokan yang berkurang sudah dirasakan dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut dia, jumlah BBM yang diterima tidak selalu sesuai dengan permintaan yang diajukan pihak SPBU.
“Kalau saya kemarin pesan 16 KL, cuma dikirim 8 KL,” ujar Irwan saat ditemui di lokasi.
KL merupakan kiloliter. Dengan demikian, permintaan 16 KL yang hanya dipenuhi 8 KL berarti pasokan yang diterima sekitar separuh dari jumlah yang diajukan.
Kondisi itu membuat stok BBM lebih cepat habis, sementara waktu kedatangan pasokan berikutnya tidak selalu dapat dipastikan.
Irwan mengatakan, dalam kondisi tertentu, pasokan baru tiba hingga dini hari.
“Nggak tentu biasa, Pak. Biasa paling lama itu subuh, jam tiga. Jam tiga baru ada,” katanya.
Kondisi serupa disebut juga terjadi pada Pertamax.
Menurut Irwan, persoalan berkurangnya pasokan tersebut mulai terasa sekitar dua hingga tiga pekan terakhir.
