Sidrap, Katasulsel.com — Hasil panen ikan air tawar mencapai 20 ton dalam sekali masa produksi menjadi temuan utama dalam kunjungan Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif, ke kawasan pertanian terpadu di Desa Cipotakari, Kecamatan Panca Rijang.
Peninjauan yang dilakukan awal pekan ini memperlihatkan geliat ekonomi desa yang tumbuh dari pola usaha terintegrasi. Di kawasan tersebut, masyarakat tidak hanya mengembangkan budidaya perikanan air tawar, tetapi juga mengelola sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan dalam satu kawasan produksi yang saling mendukung.
Dalam kunjungannya, Syaharuddin didampingi Kepala Desa Cipotakari, Zainal. Bupati meninjau langsung sejumlah titik budidaya yang selama ini menjadi sumber penghasilan warga setempat.
Data yang disampaikan pemerintah desa menunjukkan sektor perikanan menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat. Panen terakhir tercatat mencapai sekitar 20 ribu kilogram ikan atau setara 20 ton.
Dengan asumsi harga jual di kisaran Rp30 ribu per kilogram, nilai transaksi yang dihasilkan dari satu kali panen diperkirakan menembus Rp600 juta. Angka tersebut dinilai menjadi bukti bahwa sektor perikanan air tawar mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perputaran ekonomi di tingkat desa.
Bupati Syaharuddin melihat capaian tersebut sebagai indikator keberhasilan pengembangan kawasan berbasis pertanian terpadu. Menurutnya, model pengelolaan yang menggabungkan beberapa sektor produksi dalam satu ekosistem menjadi salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperluas sumber pendapatan masyarakat.
Di kawasan Cipotakari, aktivitas perikanan berjalan berdampingan dengan usaha pertanian, perkebunan, dan peternakan. Pola ini memungkinkan pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal karena setiap sektor saling mendukung dalam proses produksi.
Keberadaan kawasan terpadu tersebut juga dinilai mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan pengembangan sektor secara terpisah. Selain menghasilkan komoditas yang beragam, sistem tersebut membuka peluang kerja dan usaha baru bagi masyarakat desa.
Pemerintah Kabupaten Sidrap sendiri terus mendorong pengembangan sektor pertanian dalam arti luas sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Keberhasilan sejumlah desa dalam membangun kawasan produksi terintegrasi diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.
Cipotakari kini menjadi salah satu contoh bagaimana pemanfaatan potensi lokal dapat diubah menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan. Panen ikan bernilai ratusan juta rupiah yang berhasil dicapai masyarakat menjadi gambaran nyata bahwa sektor pangan dan pertanian masih menyimpan peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Melalui penguatan model pertanian terpadu, pemerintah daerah berharap lahir lebih banyak sentra produksi desa yang mampu menghasilkan nilai ekonomi tinggi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, capaian yang ditunjukkan Desa Cipotakari menjadi sinyal positif bahwa pembangunan ekonomi berbasis desa terus bergerak dan berkembang.(*)
