Sidrap, katasulsel.com — Stadion Ganggawa Sidrap, Rabu sore, 17/6/2026, seperti kehilangan keseimbangan sejak menit-menit awal. ASA FC (Sulbar) datang bukan sekadar bermain, tapi langsung mengambil alih kendali pertandingan. ARMIL FC (Sidrap) sempat mencoba berdiri, tapi terlalu cepat dihantam ritme yang tidak mereka kuasai.
Skor akhir 3–1 untuk ASA FC, tapi angka itu sebenarnya hanya catatan akhir dari satu babak panjang yang sudah “selesai” lebih cepat di babak pertama.
Nama yang paling keras terdengar di Ganggawa sore itu jelas: Andi Irfan (no punggung 80).
Laga baru masuk menit 20, ASA FC sudah membuka keunggulan lewat sentuhan dingin Andi Irfan di dalam kotak penalti. ARMIL FC belum sempat menyusun ulang garis pertahanan, tekanan kembali datang.
Menit 24, skenario yang sama terulang, tapi dengan eksekusi lebih tegas. Bola kembali bersarang. Belum ada tanda-tanda perlawanan balik yang rapi dari ARMIL FC.
Lalu datang momen yang membuat stadion benar-benar berubah suasana.
Menit 25, Andi Irfan melepas tembakan yang lebih mirip “pesan tegas” daripada sekadar tendangan. Bola melambung, melengkung, dan tak terjangkau. Hattrick dalam waktu sangat singkat—dan itu cukup untuk mengunci arah pertandingan sebelum setengah jam pertama selesai.
Babak pertama ditutup dengan skor 3–0. ASA FC bermain seperti tim yang sudah tahu hasil akhir sejak awal, sementara ARMIL FC terlihat kehilangan momentum, terutama dalam transisi bertahan ke menyerang.
Babak kedua sedikit berbeda. ARMIL FC mulai lebih berani keluar garis. Usaha itu akhirnya membuahkan gol lewat Azis (no 9) di menit 40. Satu momen yang sempat menghidupkan tensi pertandingan di Ganggawa.
Namun secara keseluruhan, kontrol permainan tetap berada di tangan ASA FC. Mereka tidak terburu-buru, lebih banyak mengatur tempo, dan menutup ruang-ruang yang coba dibangun ARMIL FC dari lini tengah.
Hingga peluit akhir dibunyikan, tidak ada tambahan gol lagi. Skor 3–1 bertahan untuk ASA FC.
Di Sidrap, laga ini akan lebih banyak dikenang bukan karena skor akhirnya, tapi karena satu periode singkat di babak pertama—lima menit yang cukup untuk mengubah pertandingan jadi milik satu pemain: Andi Irfan, sang penentu arah laga di Ganggawa.(tip)
