Penulis:
Hersy Daniati

LUWU TIMUR, KATASULSEL.COM – Kabupaten Luwu Timur dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi perikanan cukup besar. Namun, sebagian hasil perikanan masih banyak dipasarkan dalam bentuk segar sehingga nilai ekonominya belum maksimal.

Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan inovasi yang menyasar langsung masyarakat Desa Pasi-Pasi, Kabupaten Luwu Timur.

Melalui program “Inovasi Dimsum Ikan untuk Meningkatkan Nilai Tambah Hasil Perikanan Desa Pasi-Pasi”, mahasiswa KKN Unhas menggelar pelatihan pengolahan ikan menjadi dimsum yang melibatkan ibu-ibu PKK, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat, Sabtu (1/8/2026).

Program ini dinilai relevan dengan potensi ekonomi Luwu Timur yang memiliki sumber daya perikanan melimpah, baik dari sektor perikanan tangkap maupun budidaya.

Penanggung jawab kegiatan, Hersy Daniati, mengatakan pengolahan ikan menjadi produk siap konsumsi merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan nilai jual hasil perikanan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat tidak harus bergantung pada penjualan ikan segar karena peluang usaha dari produk olahan semakin terbuka lebar.

“Melalui pelatihan ini kami ingin memperkenalkan cara sederhana mengolah ikan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan materi mulai dari pemilihan bahan baku ikan yang berkualitas, teknik pengolahan yang higienis, pencampuran bahan, pembentukan dimsum, hingga proses pengukusan dan penyajian.

Pelatihan berlangsung interaktif karena peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan seluruh tahapan pembuatan dimsum ikan.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai peluang pemasaran, daya tahan produk, hingga kemungkinan menjadikan dimsum ikan sebagai usaha rumahan.

Bagi masyarakat Desa Pasi-Pasi, pelatihan ini membuka wawasan baru bahwa ikan tidak hanya dapat dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk modern yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Pengembangan produk olahan perikanan juga dinilai sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan UMKM di Kabupaten Luwu Timur.

Dengan semakin banyaknya produk lokal yang memiliki nilai tambah, masyarakat diharapkan mampu menciptakan usaha baru berbasis potensi daerah.

Program KKN Unhas ini sekaligus menjadi contoh bagaimana potensi perikanan Luwu Timur dapat dioptimalkan melalui inovasi sederhana yang mudah diterapkan masyarakat.

Selain meningkatkan keterampilan warga, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi keluarga serta mendorong lahirnya produk olahan khas Desa Pasi-Pasi yang memiliki daya saing di pasar.

Jika dikembangkan secara berkelanjutan, dimsum ikan bukan hanya menjadi menu konsumsi rumah tangga, tetapi juga berpeluang menjadi salah satu produk unggulan UMKM dari Luwu Timur. (*)