Luwu, Katasulsel.com — Suasana Minggu sore di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, mendadak berubah tegang.
Kawasan lampu merah yang berada di dekat Kantor Kecamatan Bua menjadi titik berkumpulnya massa setelah bentrok susulan antarwarga kembali pecah, Minggu (30/8/2026).
Peristiwa itu membuat warga sekitar memilih menjauh dari lokasi. Pengguna jalan yang melintas di jalur poros Trans Sulawesi pun sempat memperlambat kendaraan karena situasi yang dianggap tidak kondusif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Katasulsel.com di lapangan, ketegangan mulai terlihat sejak sebelum Salat Ashar. Situasi baru berangsur terkendali menjelang Magrib setelah aparat keamanan turun melakukan pengamanan.
Sejumlah warga menyebut bentrokan sore itu diduga berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada malam sebelumnya.
“Masalahnya diduga berawal dari kejadian semalam. Tadi sore kembali terjadi ketegangan di sekitar lampu merah dekat kantor kecamatan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan, pada rangkaian kejadian sebelumnya terdapat dugaan pengerusakan kendaraan dan penganiayaan terhadap seorang pengendara sepeda motor. Namun hingga Minggu malam, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi lengkap maupun pihak-pihak yang diduga terlibat.
Polisi Amankan Lokasi
Karena lokasi bentrokan berada di kawasan strategis yang berdekatan dengan jalur utama Trans Sulawesi, aparat kepolisian bergerak cepat menuju lokasi.
Personel keamanan terlihat melakukan pengamanan dan membubarkan kelompok warga yang masih bertahan di sekitar titik konflik.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah bentrokan meluas serta menjaga kelancaran aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.
Hingga malam hari, aparat dilaporkan masih berjaga dan meningkatkan patroli di sejumlah titik yang dianggap rawan.
Warga Minta Pelaku Diproses Hukum
Di tengah meningkatnya ketegangan, warga berharap aparat tidak hanya fokus pada pengamanan situasi, tetapi juga mengusut tuntas penyebab konflik yang memicu bentrokan berulang.
Masyarakat meminta setiap dugaan tindak pidana yang muncul dalam rangkaian peristiwa tersebut diproses secara profesional sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Kami ingin kondisi kembali aman. Siapa pun yang nantinya terbukti melakukan pelanggaran hukum harus diproses sesuai aturan,” kata seorang warga lainnya.
Bua Kembali Jadi Sorotan
Bentrok susulan ini kembali menempatkan Kecamatan Bua dalam sorotan publik.
Wilayah tersebut sebelumnya juga pernah menjadi perhatian akibat sejumlah konflik sosial yang memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terus berulang karena berpotensi mengganggu aktivitas warga, perekonomian, hingga arus transportasi di jalur poros Trans Sulawesi yang menjadi urat nadi pergerakan masyarakat Luwu dan sekitarnya.
Sampai berita ini diterbitkan, situasi di Kecamatan Bua dilaporkan masih berada dalam pengawasan aparat keamanan. Warga diimbau tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta menyerahkan penanganan perkara kepada pihak berwenang.
Keterangan resmi dari kepolisian terkait penyebab bentrokan, jumlah pihak yang terlibat, maupun langkah penanganan lebih lanjut masih dinantikan. (*)
