Luwu, Katasulsel.com — Wilayah Luwu dan kawasan utara Sulawesi Selatan diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru di provinsi ini. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai menyiapkan pembangunan yang tidak lagi bertumpu pada satu sektor, melainkan menggabungkan infrastruktur jalan, layanan kesehatan, dan konektivitas transportasi dalam satu paket pengembangan kawasan.
Komitmen itu disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan saat dimulainya proyek Preservasi Jalan Paket 6 Multi Years Contract (MYC). Menurutnya, pembangunan jalan hanyalah pintu masuk untuk membuka potensi Luwu yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan strategis di Sulawesi Selatan.
Selain proyek preservasi jalan, pemerintah provinsi telah menyiapkan pembangunan rumah sakit regional untuk melayani masyarakat kawasan utara, peningkatan akses jalan antardaerah, pengembangan bandara, hingga pembangunan jaringan infrastruktur modern yang menopang aktivitas ekonomi.
“Seluruh program ini diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Sulawesi Selatan,” ujar gubernur.
Bagi Luwu, agenda tersebut bukan sekadar menghadirkan proyek pembangunan. Kehadiran jalan yang lebih baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan komoditas unggulan daerah. Sementara rumah sakit regional diharapkan mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan medis.
Pengembangan bandara juga dipandang sebagai langkah strategis untuk membuka akses Luwu ke jaringan ekonomi yang lebih luas, sekaligus mendukung sektor investasi, perdagangan, dan pariwisata di kawasan utara Sulawesi Selatan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Luwu berharap dimulainya proyek Preservasi Jalan Paket 6 MYC menjadi awal dari transformasi kawasan. Targetnya bukan hanya memperlancar transportasi, tetapi juga menjadikan Luwu sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menggerakkan wilayah sekitarnya.
Jika seluruh rencana tersebut terealisasi, Luwu tidak lagi hanya dikenal sebagai daerah penghubung di utara Sulawesi Selatan. Daerah ini diproyeksikan menjadi salah satu motor pembangunan baru yang ditopang oleh infrastruktur modern, pelayanan publik yang lebih baik, dan konektivitas yang semakin kuat. (*)
