Luwu, Katasulsel.com — Detik-detik Sang Merah Putih perlahan naik menuju puncak tiang bendera pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Andi Djemma, Belopa, Senin (17/8/2026), menjadi momen yang tak hanya sarat makna, tetapi juga penuh kebanggaan.

Di balik prosesi yang berlangsung khidmat itu, berdiri 73 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Luwu Tahun 2026 yang sukses menuntaskan amanah negara dengan penuh disiplin, ketepatan, dan tanggung jawab.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Luwu, H. Patahudding, yang menyampaikan rasa bangga kepada seluruh anggota Paskibraka usai menjalankan tugas pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih.

Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar mengenakan seragam kebanggaan atau berdiri tegap di lapangan upacara. Di balik itu terdapat proses panjang yang menuntut pengorbanan, kedisiplinan, mental yang kuat, serta semangat pantang menyerah.

“Menjadi bagian dari Paskibraka bukan perkara ringan. Kalian ditempa, dilatih, dan dibentuk bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan kedisiplinan. Hari ini kalian telah membuktikan mampu menjalankan amanah itu dengan baik,” ujar Patahudding.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan, mulai dari Badan Kesbangpol Luwu, pelatih dari unsur TNI, hingga para orang tua yang terus memberikan dukungan kepada putra-putri mereka.

Bagi Patahudding, tugas Paskibraka memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar menaikkan dan menurunkan bendera.

“Adik-adik sekalian bukan hanya mengibarkan Merah Putih di tiang tertinggi, tetapi juga mengibarkan semangat cinta tanah air, nasionalisme, dan kebanggaan sebagai anak bangsa,” katanya.

Pernyataan itu seolah menggambarkan peran strategis Paskibraka sebagai representasi generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Senada dengan itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Luwu, Hj. Enrika, S.E., M.Si., turut memberikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para anggota Paskibraka.

Menurutnya, seluruh personel telah menunjukkan kualitas terbaik selama proses latihan hingga pelaksanaan upacara berlangsung.

“Mereka tampil disiplin, solid, dan penuh dedikasi. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dari khidmatnya peringatan HUT RI tahun ini. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Luwu,” ungkap Enrika.

Sorotan khusus juga tertuju kepada Eza Mahazeera, siswi SMAN 5 Luwu yang dipercaya sebagai pembawa baki saat prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih. Putri tunggal pasangan Mansur dan Saripa Rahim itu menjalankan tugasnya dengan tenang dan penuh percaya diri di hadapan ribuan pasang mata.

Sementara pada prosesi penurunan bendera, tugas pembawa baki diemban oleh Andi Najwa Hasruddin Tabang, siswi SMAN 12 Luwu, putri dari pasangan Hasruddin dan Patmawati.

Keberhasilan seluruh rangkaian tugas tersebut tidak lepas dari pembinaan intensif yang dilakukan jajaran TNI Kodim 1403 Sawerigading Palopo. Tim pelatih dipimpin oleh Pabung Luwu, Capt. CBA Sudirman, bersama Peltu Miswan, Serka Oktapianus, Sertu Randau Manurun, dan Sertu Mus Muliadi.

Selain itu, empat personel TNI juga bertugas sebagai pengapit, yakni Sertu Aswir, Sertu Sabil, Serda Rio, dan Serda Luther. Adapun posisi Komandan Kompi (Danki) Paskibraka dipercayakan kepada Sertu Prasetyo.

Di tengah derasnya arus digital dan perubahan zaman, keberadaan Paskibraka tetap menjadi simbol penting pembentukan karakter generasi muda. Mereka bukan hanya tampil dalam upacara kenegaraan, tetapi juga menjadi representasi nilai disiplin, kepemimpinan, kerja sama, dan kecintaan terhadap bangsa.

Pada hari itu, Merah Putih memang berkibar di langit Belopa. Namun lebih dari itu, semangat kebangsaan juga berkibar di dada 73 putra-putri terbaik Luwu yang telah menunaikan amanah negara dengan penuh kehormatan.(*)