Luwu, Katasulsel.com — Di antara 73 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Luwu Tahun 2026, ada dua nama yang kini menjadi sorotan menjelang peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Mereka adalah Eza Mahazeera dari SMAN 5 Luwu dan Andi Najwa Hasruddin Tabang dari SMAN 12 Luwu. Keduanya dipercaya mengemban tugas yang tidak diberikan kepada sembarang anggota Paskibraka: membawa baki Sang Saka Merah Putih.

Tugas itu mungkin terlihat sederhana. Hanya berjalan beberapa meter dengan langkah terukur. Namun di balik baki yang mereka genggam, tersimpan simbol kehormatan yang menjadi pusat perhatian ribuan pasang mata saat upacara berlangsung.

Eza Mahazeera akan bertugas sebagai pembawa baki pada prosesi pengibaran bendera pagi hari, Senin, 17 Agustus 2026, di Lapangan Andi Djemma, Belopa.

Sementara Andi Najwa Hasruddin Tabang mendapat kepercayaan sebagai pembawa baki pada prosesi penurunan bendera pada sore harinya.

Kepercayaan tersebut tidak datang begitu saja.

Dari puluhan pelajar terbaik yang diseleksi dari berbagai SMA dan sederajat se-Kabupaten Luwu, hanya dua orang yang akhirnya dipercaya mengemban tugas tersebut.

Bagi banyak anggota Paskibraka, posisi pembawa baki sering disebut sebagai “jantung upacara”. Sebab seluruh rangkaian pengibaran maupun penurunan bendera bermula dari baki yang membawa Sang Saka Merah Putih menuju tiang kehormatan.

Eza, siswi kelahiran Jakarta, 28 Maret 2010, dikenal memiliki kegemaran menggambar. Putri pasangan Mansur dan Saripa Rahim yang tinggal di Desa Tallang Bulawang itu bercita-cita menjadi dokter.

Sementara Andi Najwa, kelahiran Belopa, 17 Desember 2009, dikenal sebagai sosok yang gemar membaca. Putri pasangan Hasruddin dan Patmawati itu juga memiliki impian yang sama: mengenakan jas putih sebagai dokter di masa depan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Luwu, Hj. Enrika, mengatakan seluruh anggota Paskibraka telah melalui tahapan seleksi dan pembinaan yang ketat sebelum ditetapkan.

“Mereka mulai menjalani latihan intensif sejak awal Agustus dan kemudian masuk karantina. Selama proses itu mereka tidak hanya dilatih fisik, tetapi juga dibekali penguatan mental, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, hingga pendidikan antikorupsi,” ujarnya.

Menurut Enrika, tugas anggota Paskibraka bukan sekadar menjalankan formasi baris-berbaris saat upacara.

Lebih dari itu, mereka dipersiapkan menjadi generasi muda yang memiliki disiplin, tanggung jawab, integritas, serta jiwa nasionalisme yang kuat.

Menjelang hari pelaksanaan, seluruh anggota Paskibraka terus menjalani latihan di bawah pembinaan jajaran TNI dari Kodim 1403 Sawerigading.

Setiap langkah, ayunan tangan, hingga ritme gerakan dilatih berulang kali agar tampil sempurna pada detik-detik pengibaran bendera.

Pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026, sebanyak 73 anggota Paskibraka Kabupaten Luwu dijadwalkan dikukuhkan langsung oleh Bupati Luwu, H. Patahudding.

Bagi Eza dan Andi Najwa, momen itu akan menjadi babak penting sebelum menjalankan tugas yang mungkin hanya berlangsung beberapa menit.

Namun dari sekian banyak pelajar di Kabupaten Luwu, nama mereka akan tercatat sebagai dua siswi yang dipercaya membawa Sang Saka Merah Putih pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Sebuah kehormatan yang lahir dari disiplin, latihan, dan kerja keras yang tidak terlihat oleh banyak orang. (*)