Sidrap, katasulsel.com — Stadion Ganggawa Pangkajene, Sidrap, sore ini, Rabu, 17/6/26, seperti punya satu cerita saja: Belawa FC terlalu kuat untuk Muda Utama FC.
Dari awal laga, tempo langsung naik. Baru dua menit berjalan, Mondo sudah membuat penonton Sidrap bersorak. Serangan cepat yang rapi dari lini tengah langsung dikonversi jadi gol tanpa banyak kompromi. 1–0, dan laga praktis langsung mengarah satu jalur.
Belawa FC tidak mengendur. Tekanan terus dijaga, lini tengah mereka seperti “mengunci” permainan Muda Utama FC. Tidak banyak ruang, tidak banyak waktu. Menit ke-15, Mondo kembali muncul. Gol kedua tercipta, dan atmosfer Ganggawa mulai berat sebelah.
Muda Utama FC sebenarnya mencoba bangkit, tapi setiap upaya membangun serangan selalu mentok di tengah. Duel kedua, bola-bola kedua, dan transisi—semuanya lebih banyak dikuasai Belawa FC. Di Sidrap, kondisi seperti ini biasanya jadi awal dari pertandingan yang sulit dibalikkan.
Babak kedua, Muda Utama FC mencoba naikkan garis pertahanan. Tapi justru itu membuka ruang lebih besar di belakang. Belawa FC bermain lebih sabar, menunggu momen, lalu menyerang dengan cepat.
Masuknya Anto dari bangku cadangan jadi titik perubahan paling jelas. Dua gol tambahan lahir di menit 58 dan 85. Kedua gol itu menunjukkan satu hal: Belawa FC punya kedalaman skuad yang benar-benar bekerja, bukan sekadar nama di daftar pemain.
Skor akhir 4–0 menutup laga tanpa banyak drama di papan skor. Di Ganggawa, Belawa FC tampil seperti tim yang paham kapan harus menekan, kapan harus menyelesaikan.
Bagi Sidrap, laga ini jadi salah satu penegasan awal musim: Belawa FC bukan hanya menang, tapi menang dengan cara yang meyakinkan.(*)
