Makassar, Katasulsel.com – Besok bukan hari yang ramah bagi yang lupa bawa payung.
Tiga wilayah bertetangga—Makassar, Gowa, dan Maros—diprediksi kompak diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Peringatan dini itu dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk Rabu, 25 Februari 2026. Statusnya sudah masuk level Waspada–Siaga.
Istilah gampangnya: cuaca lagi tidak bersahabat.
Di Makassar, hujan ringan hingga sedang diprakirakan turun sejak pagi dan bisa bertahan hingga malam. Suhu udara berkisar 24–27 derajat Celsius, dengan kelembapan menembus 92 persen. Kombinasi ini bikin udara terasa lebih lembap dan gerah.
Siang ke sore jadi jam rawan. Intensitas hujan bisa meningkat.
Di Maros, pola hujan diprediksi hampir merata sepanjang hari. Suhu siang mencapai 28 derajat dan turun menjadi 24 derajat saat malam. Kelembapan berada di rentang 85–95 persen. Artinya, jalanan berpotensi licin, jarak pandang menurun—mode ekstra hati-hati wajib diaktifkan, terutama di jalur poros Maros–Makassar yang padat kendaraan.
Sementara itu di Gowa, hujan ringan diperkirakan mendominasi wilayah dataran rendah. Namun kawasan dataran tinggi seperti Tompobulu berpotensi diguyur hujan lebat disertai petir. Suhu lebih sejuk, 20–26 derajat, dengan kelembapan hingga 95 persen.
BMKG juga mengingatkan potensi efek domino: hujan deras di hulu bisa memicu peningkatan debit air di hilir. Risiko genangan dan banjir lokal tetap perlu diantisipasi.
Warga mulai bersiap.
Nurhayati, pedagang sayur di Pasar Terong Makassar, mengaku sudah menyiapkan terpal tambahan untuk lapaknya. “Kalau hujan deras biasa pembeli berkurang. Jadi kami harus siap-siap, jangan sampai dagangan rusak,” ujarnya.
Di Maros, Ardi, sopir angkutan umum rute Maros–Makassar, mengatakan dirinya akan mengurangi kecepatan jika hujan turun. “Kalau sudah hujan lebat, jalan licin sekali. Kita harus jaga jarak dan pelan-pelan,” katanya.
Hal serupa disampaikan Fajri, warga Gowa yang setiap hari bekerja di Makassar. Ia mengaku tak mau lagi kecolongan. “Kemarin kehujanan karena tidak bawa jas hujan. Besok sudah siap mantel di motor,” ujarnya sambil tersenyum.
Tiga daerah. Satu peringatan.
BMKG mengimbau masyarakat menyiapkan mantel atau payung, menghindari aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak, serta memantau pembaruan informasi cuaca.
Besok mungkin tetap hari kerja seperti biasa.
Tapi tanpa payung atau mantel, perjalanan bisa berubah jadi drama basah-basahan. (*)



Tinggalkan Balasan