Makassar, Katasulsel.com – Jam sudah menunjukkan pukul 22.35 Wita. Aktivitas kota mulai lengang. Tapi di SDN Paccerakkang, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, aktivitas masih berlangsung.

Di sana, 64 kepala keluarga dengan total 229 jiwa mengungsi akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Makassar. Termasuk warga dari kawasan Kodam III.

Di tengah padatnya agenda pemerintahan dan rangkaian Safari Ramadan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memilih datang langsung ke lokasi.

Tanpa protokoler berlebihan. Tanpa jarak.

Appi—sapaan akrabnya—hadir memastikan satu hal: warganya aman dan terlayani.

Ia tidak datang sendiri. Sejumlah kepala OPD ikut mendampingi. Ada Dinas Sosial, BPBD, Dinas Kesehatan, Damkarmat, Satpol PP, hingga jajaran kecamatan dan kelurahan setempat.

Bantuan pun diserahkan langsung. Prioritas diberikan kepada ibu hamil, balita, dan lansia.

Di sela kunjungan, Appi berdialog dengan warga. Menanyakan kebutuhan. Mendengar keluhan. Membuka ruang aspirasi.

“Kalau ada kebutuhan, sampaikan kepada saya. Makanan, obat-obatan, atau bantuan lainnya. Selama bisa kami bantu, pasti kami kerjakan,” ujarnya di hadapan pengungsi.

Instruksi tegas langsung diberikan di lokasi.

Dinas Kesehatan diminta memastikan layanan medis optimal. PDAM dan Damkarmat memastikan pasokan air bersih aman. Dinas Sosial dan BPBD bertanggung jawab atas logistik, tenda, dan tempat tidur yang layak.

Bukan hanya di SDN Paccerakkang. Tapi di seluruh titik pengungsian di Makassar.

Appi menekankan, tidak boleh ada satu pun pengungsi yang terabaikan. Terutama kelompok rentan.

Ia meminta seluruh jajaran, termasuk RT/RW dan relawan, benar-benar memperhatikan kebutuhan dasar warga.

“Perhatikan ibu hamil, lansia, anak-anak, bayi. Jangan sampai ada yang luput,” tegasnya.

Sebagai mantan CEO PSM Makassar, Appi terbiasa dengan tekanan. Kini tekanan itu berbeda. Bukan soal pertandingan. Tapi soal keselamatan warga.

Koordinasi di lapangan dipimpin langsung oleh camat setempat. Warga dari kawasan Kodam III untuk sementara ditempatkan di pengungsian hingga kondisi memungkinkan untuk kembali.

Appi juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban di sekitar lokasi. Termasuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat aktivitas pengungsian.

“Pemerintah akan terus hadir. Dalam suka maupun duka,” pungkasnya.

Malam itu, pesan yang ingin ditegaskan sederhana.

Pemerintah tidak hanya bekerja di balik meja. Tapi juga di tengah warga—bahkan ketika jarum jam hampir mendekati tengah malam. (*)