MAROS , Katasulsel.com — Malam keempat Musabaqah Tilawatil Qur’an XXXIV Sulawesi Selatan bukan sekadar lanjutan lomba. Suasananya makin panas. Aura kompetisi makin terasa.
Di tengah gemuruh peserta dari berbagai daerah, kafilah Soppeng tampil dengan satu sikap: tidak datang untuk sekadar meramaikan.
Sebanyak 20 peserta yang membawa nama “Bumi Latemmamala” turun dengan semangat penuh. Mereka sadar, panggung ini bukan hanya soal tampil—tapi soal harga diri daerah.
Targetnya jelas: bicara di level provinsi, bahkan menatap nasional.
“Persiapan kami maksimal. Insyaallah siap tampilkan yang terbaik,” ujar salah satu peserta, penuh keyakinan.
Nada optimisme itu terasa di setiap sudut arena. Dari tilawah hingga cabang lain, kafilah Soppeng tampak ngotot. Tidak mau setengah-setengah.
Di belakang layar, dukungan juga tidak kalah kuat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Soppeng, Afdal, terlihat setia mendampingi. Bukan sekadar hadir, tapi ikut memastikan kondisi peserta tetap prima.
Ia bahkan terpantau berada di pondok penginapan, menyatu dengan kafilah.
Pesannya sederhana, tapi dalam.
“Semoga semua peserta diberi kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
MTQ kali ini memang bukan sekadar ajang lomba.
Lebih dari itu, ini panggung syiar. Arena pembuktian generasi Qur’ani.
Dan di malam keempat ini, satu hal mulai terlihat—
Soppeng tidak datang sebagai pelengkap.
Mereka datang untuk bertarung. (*)
