Sidrap, katasulsel.com β Ketika mendengar nama Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), banyak orang langsung mengingat hamparan sawah, peternakan, dan julukan sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Sulawesi Selatan.
Namun tak banyak yang menyadari bahwa wilayah ini sesungguhnya memiliki bentang geografis yang sangat luas dan beragam.
Kabupaten yang berjarak sekitar 183 kilometer dari Kota Makassar itu membentang dari kawasan dataran rendah hingga pegunungan yang berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten strategis di Sulawesi Selatan.
Secara geografis, Sidrap berada di posisi yang cukup unik.
Di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Pinrang. Di sisi timur berbatasan dengan Kabupaten Luwu dan Kabupaten Wajo. Sementara di selatan bertemu Kabupaten Barru dan Kabupaten Soppeng, sedangkan bagian barat berbatasan dengan Kota Parepare serta Kabupaten Pinrang.
Posisi tersebut membuat Sidrap menjadi salah satu daerah penghubung penting antara wilayah pesisir, pegunungan, hingga kawasan pertanian di Sulawesi Selatan.
Luas wilayahnya mencapai 1.883,23 kilometer persegi, terbagi ke dalam 11 kecamatan serta 106 desa dan kelurahan.
Namun ada satu fakta yang sering membuat orang terkejut.
Ternyata sebagian besar wilayah Sidrap berada di Kecamatan Pitu Riase.
Pitu Riase, “Raksasa” di Timur Sidrap
Jika seluruh kecamatan di Sidrap diibaratkan sebagai potongan puzzle, maka Pitu Riase adalah potongan terbesar.
Kecamatan ini memiliki luas sekitar 844,77 kilometer persegi atau hampir setengah dari total luas Kabupaten Sidrap.
Artinya, satu kecamatan saja menguasai sekitar 45 persen wilayah kabupaten.
Bentang alam Pitu Riase didominasi kawasan perbukitan, pegunungan, hutan, hingga daerah pertanian yang luas. Wilayah ini juga menjadi salah satu kawasan dengan potensi sumber daya alam yang besar di Sidrap.
Jarak antardusun di sejumlah wilayah Pitu Riase bahkan bisa memakan waktu perjalanan yang jauh lebih lama dibanding kecamatan lain di pusat kota.
Maritengngae, Kecil Tapi Jadi Pusat Pemerintahan
Berbeda dengan Pitu Riase yang sangat luas, Kecamatan Maritengngae justru memiliki luas sekitar 65,90 kilometer persegi.
Meski bukan yang terbesar, kecamatan ini memegang peran penting karena menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Sidrap.
Di wilayah inilah Kota Pangkajene, ibu kota kabupaten, berada.
Aktivitas pemerintahan, perdagangan, pendidikan, hingga pelayanan publik banyak terpusat di kawasan ini.
Sebelas Kecamatan, Karakter Berbeda
Masing-masing kecamatan di Sidrap memiliki karakteristik tersendiri.
Panca Rijang dikenal sebagai kawasan pertanian produktif.
Baranti tumbuh sebagai sentra perdagangan dan pertanian.
Kulo serta Watang Pulu menjadi wilayah yang berkembang pesat dalam sektor pertanian dan peternakan.
Panca Lautang memiliki kawasan persawahan yang luas.
Tellu Limpoe dan Watang Sidenreng dikenal dengan potensi pertanian serta perikanannya.
Dua Pitue menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara Pitu Riawa dan Pitu Riase menyimpan potensi sumber daya alam yang besar dengan bentang wilayah yang luas.
Sidrap Hari Ini
Dengan luas hampir 1.900 kilometer persegi dan 106 desa-kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan, Sidrap bukan hanya dikenal sebagai daerah penghasil beras.
Kabupaten ini terus berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan utara Sulawesi Selatan.
Letaknya yang strategis, kekuatan sektor pertanian, peternakan, perdagangan, serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang menjadikan Sidrap sebagai salah satu daerah yang diperhitungkan di Sulawesi Selatan.
Di atas peta, Sidrap mungkin hanya terlihat sebagai satu kabupaten.
Namun di lapangan, wilayah ini adalah mozaik besar yang terdiri dari pegunungan, persawahan, peternakan, sungai, dan pusat-pusat ekonomi yang terus bergerak tumbuh dari waktu ke waktu. (*)
