Makassar, katasulsel.com – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih posisi pertama pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan tahun 2025.
Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan laju pertumbuhan Sidrap mencapai 7,71 persen, menyalip Luwu di posisi kedua (7,43 persen) dan Wajo di posisi ketiga (7,16 persen).
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengungkapkan rasa syukur sekaligus menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi semua pihak.
“Alhamdulillah, Sidrap menjadi juara satu pertumbuhan ekonomi di Sulsel. Ini buah kerja nyata dari sektor pertanian, perdagangan, dan dukungan UMKM lokal,” ujar Bupati yang akrab disapa SAR, Jumat (27/2/2026).
📊 Tiga Besar Sulsel 2025:
- Sidrap – 7,71%
- Luwu – 7,43%
- Wajo – 7,16%
Sementara itu, sejumlah daerah lain juga menunjukkan angka positif, seperti Gowa (7,04%), Jeneponto (6,59%), Luwu Utara (6,17%), dan Sinjai (6,05%).
Namun, ada kabupaten kota yang masih stagnan di kisaran empat hingga lima persen, termasuk Makassar (5,34%), Barru (5,16%), dan Tana Toraja (5,01%).
Posisi terbawah ditempati Bantaeng (2,56%), diikuti Luwu Timur (3,7%) dan Kepulauan Selayar (3,98%).
Para analis ekonomi menilai capaian 7,71 persen Sidrap merupakan contoh fenomena outperforming growth, di mana daerah mampu tumbuh melampaui rata-rata regional.
Faktor utama pendorong pertumbuhan adalah sektor primer pertanian, diperkuat perdagangan lokal dan industri mikro-kecil-menengah (UMKM). Data gross regional product (GRP) menunjukkan pertumbuhan Sidrap tidak hanya kuantitatif, tetapi juga mengembangkan basis ekonomi yang lebih merata, dibandingkan kota-kota lain di Sulsel.
Selain itu, efek economic multipliers terlihat jelas.
Peningkatan produksi pertanian dan perdagangan di Sidrap menimbulkan efek domino ke sektor jasa, transportasi, dan berbagai industri penunjang.
Dengan kata lain, Sidrap kini tampil sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi regional, sementara Luwu dan Wajo bersaing ketat sebagai pendamping dalam podium tiga besar.
Fenomena ini menegaskan bahwa Sidrap bukan sekadar juara angka, tetapi juga simbol transformasi ekonomi yang nyata di Bumi Nene Mallomo.
Daerah ini semakin menunjukkan potensi sebagai “new economic frontier”, menarik perhatian investor dan pelaku bisnis yang ingin ikut bagian dari pertumbuhan dinamis Sulawesi Selatan. (*)

Tinggalkan Balasan