Jakarta, katasulsel.com — Ia tidak berdiri di panggung.
Tidak memegang mic.
Tidak pula menarik cengkok.

Tapi berkat tangan dinginnnya, acara terlaksana di Sidrap.

Namanya resminya H. Ilham Junaedy, S.H
Orang lebih akrab memanggilnya: Pak IJ.

Audisi offline D’Academy 8 (DA8) Indosiar akan digelar di Lobby Kantor Bupati Sidrap, Batu Lappa, 25 April 2026.
Ini bukan acara kecil. Ini level nasional.

Dan Sidrap—untuk pertama kalinya—jadi tuan rumah.

Di depan, nanti akan ada Selfi Yamma.
Duduk sebagai juri.
Mendengar. Menilai. Merasakan.

Ada juga Andi Syaqirah DA7.
Datang membawa energi panggung.
Menghidupkan suasana.

Tapi cerita tidak berhenti di situ.

Di belakang layar, ada IJ.
Ia yang menjembatani.

Komunikasi dengan Indosiar tidak datang tiba-tiba.
Ada proses.
Ada lobi.
Ada kepercayaan yang dibangun pelan-pelan.

Dan IJ ada di situ.

Atas dorongan dan dukungan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, langkah itu dipercepat.
Dibuka jalannya.

IJ lalu didaulat menjadi L.O.
Penghubung antara Pemkab Sidrap dan Indosiar.

Perannya jelas.
Memastikan semua berjalan.
Tidak macet. Tidak salah nada.

Seperti dirigen dalam orkes dangdut—tidak terlihat mencolok, tapi menentukan irama.

IJ bukan orang baru di dunia ini.
Ia sudah lama bermain di “belakang panggung”.

Mengorbitkan anak-anak daerah.
Dari yang tidak dikenal—jadi dikenal.

Dari panggung kecil—naik ke panggung lebih besar.

Ia tahu betul:
dangdut itu bukan hanya suara bagus.

Ada mental.
Ada jam terbang.
Ada keberanian menatap lampu sorot.

Dan itu yang selama ini ia dorong.

Sidrap kini terasa berbeda.

Ada getar kecil di udara.
Seperti suara kendang yang mulai dipukul pelan.

Anak-anak muda mulai latihan.
Mengulang lagu.
Memperbaiki cengkok.

Sebagian mungkin gugup.
Sebagian lagi sudah tidak sabar.

Karena mereka tahu—
kesempatan seperti ini tidak datang dua kali.

Wakil Bupati Nurkanaah tidak tinggal diam.
Rapat digelar.
Sekolah dilibatkan.

SMP.
SMA.
SMK.

Semua diajak.

Karena bakat itu sering tersembunyi.
Dan Sidrap tidak mau kehilangan itu.

“Ini momen emas,” begitu pesannya.
Singkat. Tapi dalam.

Tanggal 25 April nanti, Batu Lappa bukan sekadar lokasi.
Ia akan jadi saksi.

Saksi siapa yang berani naik panggung.
Siapa yang sanggup menahan grogi.
Dan siapa yang berhasil “pecah”.

Selfi Yamma akan melihat.
Andi Syaqirah akan menghidupkan.

Dan IJ—
akan berdiri di belakang,
diam,
tapi tahu:

ia telah membuka satu pintu besar.

Untuk mimpi-mimpi dari Sidrap. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita