Makassar, katasulsel.com – Di awal-awal menjabat, di sebuah agenda bersama menteri di Makassar, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, pernah bersuara lantang: “Saya akan kalahkan semua kabupaten kota di Sulsel!”

Kini, kata-kata itu terbukti bukan sekadar gertak sambal. Sidrap mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi Sulsel 2025, 7,71 persen, menyalip Luwu (7,43%) dan Wajo (7,16%). Kota besar seperti Makassar masih tertatih di 5,34%.

Prestasi ini tidak lepas dari perkembangan sektor pertanian Sidrap yang kian maju dan modern. SAR menegaskan, keberhasilan ekonomi Sidrap tak hanya soal angka, tapi hasil nyata dari kerja keras petani lokal dan inovasi di sektor primer.

“Alhamdulillah, Sidrap jadi juara satu pertumbuhan ekonomi di Sulsel. Ini buah kerja nyata dari sektor pertanian, perdagangan, dan dukungan UMKM lokal,” ujar SAR, Jumat (27/2/2026).

Menurut analis ekonomi, pertumbuhan Sidrap merupakan contoh outperforming growth: daerah yang mampu melampaui rata-rata regional. Pertanian yang produktif, mulai dari padi, hortikultura, hingga komoditas unggulan lainnya, menjadi mesin utama. Ditambah perdagangan lokal dan UMKM yang tumbuh, efeknya menular ke sektor jasa, transportasi, dan industri penunjang.

Dengan demikian, Sidrap tidak sekadar juara angka. Kabupaten ini menjadi simbol transformasi ekonomi berbasis pertanian, sekaligus “new economic frontier” Sulsel yang menarik perhatian investor.

Tiga Besar Sulsel 2025:

  • Sidrap – 7,71%
  • Luwu – 7,43%
  • Wajo – 7,16%

Makassar, kota metropolitan terbesar, masih di 5,34%.

Efek pertanian modern di Sidrap jelas: panen lebih melimpah, rantai distribusi lebih rapi, UMKM terkait pertanian pun ikut terdongkrak. Tidak heran jika Sidrap kini disebut lokomotif ekonomi regional, membuktikan bahwa janji SAR sepuluh bulan lalu benar-benar terealisasi: bicara keras di Makassar, hasil nyata di Sidrap. (edy)