Parepare, katasulsel.com – Laga PSM Makassar vs Persita Tangerang di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin (2/3), bukan sekadar pertandingan pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026. Ini laga tensi tinggi. Dua tim yang sama-sama ingin bangkit. Dua tim yang tak mau kehilangan muka.

Dan di balik duel 90 menit itu, ada satu tim lain yang juga bersiap “all out”: Polres Parepare.

Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yudha, menegaskan jajarannya siap melakukan pengamanan maksimal demi memastikan pertandingan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

“Kami sudah siapkan pola pengamanan berlapis. Mulai dari ring luar, ring tengah, hingga ring dalam stadion. Prinsipnya, pertandingan harus berjalan aman dan nyaman bagi pemain, ofisial, maupun suporter,” ujar AKBP Indra.

Ia menyebut pengamanan bukan hanya soal jumlah personel, tetapi strategi dan pendekatan humanis. “Kami mengedepankan pengamanan yang persuasif dan profesional. Tegas iya, tapi tetap humanis. Sepak bola itu hiburan rakyat, jangan sampai ternoda oleh hal-hal yang tidak perlu,” tegasnya.

Antisipasi Euforia dan Tensi Tinggi

PSM Makassar saat ini memang dalam misi bangkit. Begitu juga Persita Tangerang. Kondisi itu bisa memicu tensi di lapangan—dan kadang merembet ke tribun.

Kapolres Indra memahami betul atmosfer pertandingan besar di Parepare. Stadion Gelora BJ Habibie bukan tempat yang sepi. Saat Juku Eja bermain, tribun bisa “mendidih”.

“Kami mengantisipasi euforia berlebihan, termasuk potensi gesekan antarsuporter. Koordinasi dengan panitia pelaksana dan steward sudah kami lakukan. Semua harus satu frekuensi,” jelasnya.

Ia juga mengimbau suporter PSM Makassar agar memberikan dukungan dengan cara yang sportif.

“Silakan dukung tim kebanggaan dengan semangat. Tapi tetap jaga ketertiban. Jangan sampai semangat berubah jadi chaos. Kita ingin Parepare dikenal sebagai tuan rumah yang ramah dan dewasa,” katanya.

Pengamanan Bukan Sekadar Formalitas

Menurut AKBP Indra, pengamanan laga PSM Makassar vs Persita Tangerang di Parepare bukan rutinitas biasa. Setiap laga punya dinamika berbeda.

“Setiap pertandingan itu unik. Apalagi ini laga penting bagi kedua tim. Kami tidak mau under estimate. Semua skenario sudah kami siapkan, termasuk pengamanan arus lalu lintas dan kantong parkir,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga menyiapkan pengamanan pascapertandingan untuk mengantisipasi pergerakan massa.

“Kick-off 90 menit, tapi pengamanan bisa jauh lebih panjang dari itu,” katanya sambil tersenyum.

Parepare Harus Aman, Sepak Bola Harus Jadi Pesta

Kapolres Indra Waspada Yudha menegaskan satu hal: sepak bola harus menjadi pesta rakyat, bukan ajang keributan.

“Kami ingin memastikan bahwa siapa pun yang datang ke stadion—baik suporter PSM Makassar maupun tamu dari Persita Tangerang—merasa aman. Itu komitmen kami,” tutupnya.

Senin nanti, duel di lapangan mungkin akan panas. Tekel keras, adu taktik, jual beli serangan. Tapi di luar garis putih, Polres Parepare sudah memasang sistem pengamanan ketat.

Karena di Parepare, bola boleh panas. Tapi situasi harus tetap dingin. (*)