Sidrap, Katasulsel.com — kembali mencuri perhatian nasional setelah sukses menggelar Open Tournament Domino Nene Mallomo Bupati Cup II 2026 yang berlangsung di Stadion Ganggawa, 11–12 April 2026. Ajang ini menandai penguatan posisi Sidrap sebagai pusat mind sport berbasis komunitas terbesar di Indonesia, dengan partisipasi lebih dari 3.000 atlet dari berbagai provinsi, mulai Sulawesi hingga Kalimantan.
Turnamen yang digelar melalui kolaborasi Higgs Games Island (HGI) bersama Pemerintah Kabupaten Sidrap serta dukungan Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia ini tidak lagi sekadar ajang permainan tradisional, tetapi telah bertransformasi menjadi ekosistem competitive mind sport yang terstruktur, lengkap dengan sistem kompetisi modern seperti knock-out bracket, Swiss system pairing, hingga ranking point yang digunakan untuk pemeringkatan atlet.
Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., menegaskan bahwa domino kini telah masuk dalam kategori sport tourism ecosystem yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi daerah. Mulai dari okupansi hotel, industri kuliner, hingga UMKM lokal mengalami peningkatan signifikan selama event berlangsung.
“Domino sudah menjadi bagian dari budaya sekaligus economic driver. Jika dikemas dengan sistem kompetisi yang baik, ini bisa menjadi daya tarik wisata berbasis event,” ujarnya saat membuka turnamen di Stadion Ganggawa.
Dalam konteks pengembangan industri, HGI bersama PORDI mulai mendorong standarisasi kompetisi domino sebagai mind sport discipline yang memiliki struktur liga, sistem ranking, hingga potensi seasonal championship. Konsep ini menempatkan domino sejajar dengan tren esports ecosystem yang berkembang pesat secara global.
Melihat tingginya antusiasme peserta, HGI kini menyiapkan agenda yang lebih besar yakni Turnamen Domino Bupati Cup III dengan target ambisius hingga 10.000 peserta. Turnamen tersebut dirancang menggunakan format multi-stage competition, termasuk qualifier round, group stage, hingga grand final elimination yang akan mempertemukan atlet terbaik dari berbagai daerah.
Tidak hanya fokus pada aspek kompetitif, event mendatang juga akan mengadopsi konsep festival sportainment. Artinya, turnamen akan dikombinasikan dengan konser musik, pertunjukan seni budaya, hingga local creative economy showcase yang melibatkan pelaku UMKM dan industri kreatif daerah.
Dari sisi profesionalisasi, penyelenggara juga memperkuat aspek event governance seperti kehadiran wasit bersertifikasi, sistem scoring digital, serta pengawasan pertandingan berbasis fair play untuk menghindari match manipulation dan memastikan integritas kompetisi.
Turnamen sebelumnya tercatat memperebutkan total prize pool sebesar Rp200 juta dengan hadiah utama Rp75 juta, menjadikannya salah satu kompetisi domino dengan skala hadiah terbesar di Indonesia saat ini. Dengan dukungan manajemen profesional, Sidrap kini diproyeksikan menjadi hub nasional pengembangan domino sebagai structured mind sport industry yang tidak hanya berbasis komunitas, tetapi juga berorientasi ekonomi dan pariwisata berkelanjutan.
(*)
