Sidrap, Katasulsel.com – Lapangan bulu tangkis Gedung Masyarakat Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), mendadak berubah jadi arena adu refleks, stamina, dan mental bertanding. Senin (16/6/2026), PSI Sidrap Cup 2026 tingkat Ajatappareng resmi dibuka dan langsung menghadirkan atmosfer turnamen yang panas sejak hari pertama.

Ratusan atlet dari berbagai klub dan komunitas bulu tangkis se-Ajatappareng turun ke lapangan. Smash keras, rally panjang, hingga duel net tipis-tipis jadi tontonan yang menghidupkan suasana pembukaan turnamen ini.

Opening ceremony berlangsung meriah dengan kehadiran pengurus PSI Sulawesi Selatan yang dipimpin Muammar Ferirae Gandi Rusdi, bersama jajaran pengurus PSI Sidrap dan panitia pelaksana. Sejak awal, turnamen ini memang didesain bukan sekadar kompetisi, tapi juga “showcase” kekuatan pembinaan atlet lokal.

Ketua DPD PSI Sidrap, Nurkanaah, menyebut turnamen ini sebagai ruang talent scouting sekaligus laboratorium pembinaan atlet muda. Di lapangan inilah, kata dia, bakat-bakat baru diuji: siapa yang punya mental tanding, siapa yang hanya kuat di latihan.

“PSI Sidrap Cup ini bukan cuma soal menang dan kalah. Ini tentang proses pembinaan, tentang bagaimana anak muda kita ditempa di lapangan,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua DPW PSI Sulsel Muammar Ferirae Gandi Rusdi menegaskan bahwa olahraga seperti bulu tangkis punya peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Bukan hanya soal teknik permainan, tapi juga soal disiplin, sportivitas, dan daya saing.

“Dari lapangan seperti ini lahir karakter. Bukan hanya atlet, tapi juga mental pemenang,” katanya.

Sejak pertandingan awal dimulai, tensi kompetisi sudah terasa. Beberapa laga bahkan langsung menyajikan duel cepat dengan pola permainan attacking game dan counter attack yang saling balas. Para pemain muda terlihat tidak ragu memainkan tempo tinggi, seolah ingin langsung mengirim pesan bahwa mereka siap bersaing di level lebih tinggi.

Ketua panitia, Mastang Balulu, menyebut turnamen ini juga punya misi sosial: memperkuat bonding antar klub dan komunitas bulu tangkis di Ajatappareng. Bukan hanya soal ranking atau podium, tapi juga membangun ekosistem olahraga yang hidup dan berkelanjutan.

Di luar garis lapangan, PSI Sidrap Cup 2026 juga mulai dibaca sebagai “mini talent pipeline” bagi atlet daerah. Dari ajang seperti inilah biasanya bibit-bibit baru muncul sebelum naik ke level provinsi bahkan nasional.

Turnamen ini pun diharapkan tidak berhenti sebagai event seremonial tahunan, tetapi berkembang menjadi kalender kompetisi tetap yang menjaga ritme pembinaan atlet muda Sidrap dan Ajatappareng.

Dan di tengah riuh shuttlecock yang terus melaju cepat dari satu sisi ke sisi lain, Sidrap sekali lagi menegaskan satu hal: di sini, olahraga bukan sekadar permainan, tapi jalan panjang menuju prestasi. (tp)