SIDRAP — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) sedang berada di puncak “keemasannya”. Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 menembus 7,71 persen, menjadi level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Angka ini menempatkan Sidrap di peringkat 16 nasional dari 514 kabupaten/kota, sekaligus peringkat 10 Indonesia Timur dan 5 Sulawesi.
Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., menyebutkan, capaian ini bukan sekadar angka di laporan, tapi cerminan kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Ini seperti raport kita atas kerja-kerja Pemerintah Daerah selama ini. Data persentase pertumbuhan ekonomi ini dirilis BPS,” kata Syaharuddin, saat Buka Puasa Bersama di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Sabtu (28/2/2026).
Lonjakan Ekonomi Sidrap: Dari 3,28% ke 7,71%
Jika ditilik lima tahun terakhir:
- 2021: 5,54%
- 2022: 4,86%
- 2023: 3,28% (pelan, tapi penuh pelajaran)
- 2024: 4,05%
- 2025: 7,71%
Lonjakan tajam ini menunjukkan Sidrap tidak hanya bangkit, tapi menggebrak papan ekonomi regional. Untuk perbandingan, di Sulawesi, posisi Sidrap berada di bawah Morowali Utara (19,97%), Morowali (10,81%), Konawe (10,48%), dan Pasangkayu (10,32%).
Syaharuddin menekankan, sektor pertanian dan perkebunan menjadi tulang punggung, dengan Sidrap sebagai salah satu lumbung telur nasional. Petani, peternak, pelaku usaha, hingga masyarakat umum berperan dalam “menghidupkan mesin ekonomi” daerah.
“Ini bukan kerja satu orang, melainkan hasil kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, petani, peternak, dan seluruh masyarakat Sidrap dalam menggerakkan roda perekonomian,” ujarnya.
Kepemimpinan Syaharuddin Alrif: Fokus Ekonomi Lokal & Kesejahteraan
Sejak setahun terakhir memimpin Sidrap, Bupati Syaharuddin menegaskan visinya: penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, pembangunan daerah religius, berdaya saing, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di mata publik, gaya kepemimpinannya mencolok karena mengedepankan kolaborasi, transparansi, dan keterlibatan masyarakat dalam setiap program pembangunan.
Sidrap kini menjadi sorotan nasional, bukan hanya karena angka pertumbuhan, tapi juga karena model kepemimpinan progresif Syaharuddin Alrif yang mampu menyeimbangkan ekonomi, sosial, dan budaya lokal.
“Kami ingin Sidrap tumbuh tidak hanya cepat, tapi juga berkelanjutan, inklusif, dan memberi manfaat nyata bagi seluruh masyarakat,” tutup Bupati. (*)

Tinggalkan Balasan