Jakarta – Kalau Minggu malam kemarin kamu nonton Inter Miami vs Orlando City, bersiaplah buat roller coaster emosional. Debut Lionel Messi di Inter Miami? Awal babak pertama: mimpi buruk total. Babak kedua: messianic magic bikin stadion bergemuruh.

Miami, juara bertahan MLS, nyaris keteteran. Menguasai bola? Iya. Tapi babak pertama kebobolan 0-2 setelah pekan lalu dibantai 3-0 oleh LAFC. Total, 135 menit awal musim ini, Miami kebobolan 5 gol, belum satu pun membalas. Prediksi publik soal Miami makin super setelah belanja gila-gilaan? Buyar.

Mascherano masuk akal: pergantian genius di babak kedua. Noah Allen keluar, Mateo Silvetti masuk. Hanya empat menit, si 20 tahun yang berani ini melepaskan tembakan jarak jauh diagonal masuk ke pojok kiri. Boom! Miami kembali ke papan skor.

Dan kemudian… Messi. Tembakan kaki kiri, di tengah kepungan enam pemain lawan, bola mendarat manis di pojok kanan bawah. Assist? Telasco Segovia, sang otak lapangan tengah, dua kali nyelametin Miami.

Stadion Inter&Co riuh sejak peluit pertama, meski banyak chant anti-Miami bikin kuping panas. Orlando unggul cepat lewat dua pemain designated: Marco Pasalic dan Martin Ojeda. Messi, Berterame, dan De Paul? Babak pertama hanya bisa pusing ngeliatin tembok pertahanan lawan.

Pasalic buka skor menit 18 setelah Ivan Angula nyolong bola dan kasih umpan silang melewati tiga pemain Miami. Dayne St. Clair, kiper baru sekaligus MLS Goalkeeper of the Year 2025, cuma bisa ngelengos. Enam menit kemudian, Ojeda gandakan keunggulan Orlando.

Messi nyaris cetak gol setelah umpan De Paul? Stop! Maxime Crepeau kiper Orlando, tampil heroik.

Line-up Miami malam itu:

  • Kiper: St. Clair
  • Bek kanan: Facundo Mura
  • Bek tengah: Maxi Falcon & Micael
  • Bek kiri: Noah Allen (diganti Silvetti)
  • Gelandang: De Paul, Yannick Bright, Telasco Segovia
  • Winger: Tadeo Allende
  • Penyerang: Berterame

Berterame, striker baru seharga $15 juta, debut di Orlando. Suarez? Cedera kaki, nonton dari rumah.

Rival sekota ini sama-sama lapar kemenangan setelah kalah di laga pertama: Miami 0-3 di LAFC, Orlando 1-2 dari NY Red Bulls. Miami sempat jalan-jalan ke Puerto Rico, menang 2-1 atas Independiente de Valle, tapi first half tetap duduk manis di bangku cadangan.

Gol penentu? Penalti Messi. Tahun lalu, Orlando memang nguasain pertemuan: Miami kalah 3-0 di Fort Lauderdale (Messi main) dan 4-1 di jalan lawan (Messi absen karena cedera hamstring).

Mascherano santai tapi serius: “Mereka sulit banget musim lalu. Tim kuat, manajer top. Untuk menang di sini, kita harus main sempurna. Saya suka pertandingan tipe ini, jadi para pemain wajib fokus 100 persen di lapangan.”

Drama selesai, Miami pulang dengan satu poin, tapi panggung Messi? Sudah cukup bikin Orlando panas dingin. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.